re:CON 2015, Ajang Komikus Indonesia Unjuk Gigi

re:CON 2015, Ajang Komikus Indonesia Unjuk Gigi

- detikNews
Senin, 18 Mei 2015 00:00 WIB
re:CON 2015, Ajang Komikus Indonesia Unjuk Gigi
Jakarta - Sekali lagi komikus Indonesia menunjukkan eksistensi dan prestasinya melalui ajang re:ON Comics Convention (re:CON) 2015. Digelar pada 24 – 26 April lalu di Atrium Margo City – Depok, re:CON 2015 dipadati oleh ratusan penggemar komik setiap harinya. Berbagai komik dan merchandise resmi karya komikus asli Indonesia yang dikelola oleh re:ON Comics dipamerkan di sini.

Salah satu highlight re:CON 2015 adalah meet & greet dengan cosplayer internasional, Liui Aquino dari Filipina. Hadir pula cosplayer resmi re:ON Comics, Reon dan Reyna yang diperankan oleh Franzeska Edelyn dan Matcha Mei. Selain itu pengunjung re:CON 2015 juga bisa menyaksikan duel live drawing, kompetisi cosplay, talkshow dan workshop bersama komikus Indonesia.

Re:CON 2015 merupakan event tahunan yang digelar oleh Caravan Studio dan penerbit komik asli Indonesia, re:ON Comics. Penerbit magazine book (mook) yang berisi kompilasi komik karya komikus Indonesia tersebut didirikan pada tahun 2013 oleh tiga anak muda yaitu Chris Lie, Andik Prayogo dan Yudha Negara Nyoman.

Mereka punya cita-cita dan passion yang sama yaitu membangkitkan kembali komik Indonesia. Demi mewujudkan hal tersebut, peserta lomba cosplay di re:CON 2015 pun dilarang memerankan karakter dari manga luar negeri. Harus karakter komik Indonesia atau karakter dari komik re:ON.

Director dan Co-Founder re:ON Comics – Chris Lie berharap, melalui ajang ini, komik Indonesia dapat bersaing dan lebih unggul dibandingkan komik luar negeri. Pasar komik di Indonesia sangat besar dan didominasi oleh manga Jepang. Maka sebenarnya peluang komikus Indonesia masih terbuka lebar.

“Kami datangkan komikus-komikus dari seluruh Indonesia untuk diperkenalkan ke masyarakat. Mereka juga bisa berinteraksi dan mencari dukungan dari pembaca komik maupun dari dunia usaha. Ternyata sambutannya luar biasa. Ini bukti bahwa komik Indonesia itu ada,” ujar Chris.

Salah satu komikus Indonesia yang diundang ke re:CON 2015 adalah Annisa Nisfihani. Dia datang jauh-jauh dari Samarinda untuk meluncurkan komik lepas terbarunya “Me vs Big Slacker Baby” yang diterbitkan re:ON Comics. Menurut gadis berkerudung ini, menjadi komikus sekarang sudah menjanjikan.

“Oleh karena itu, saya mengajak para komikus pemula atau siapa saja untuk berani mencoba. Dengan kerja keras, tekun dan terus mencoba, tidak ada yang tidak bisa diwujudkan. Kita bisa bersama-sama dengan komikus se-Indonesia membangun komunitas, bertanya, berdiskusi. Saya yang datang jauh-jauh dari Samarinda, juga bisa,” kata Annisa.

Selain komik karya Annisa, di ajang re:CON 2015 juga diluncurkan komik lepas “Ramayana” karya Is Yuniarto dan mook terbaru “re:ON Comics Volume 13” yang berisi 7 komik kompilasi. Menurut Chris, ajang ini memiliki arti sangat penting dalam perjalanan sejarah komik dan budaya kreatif populer di Indonesia.

“Semua komikus punya impian yang sama yaitu memajukan industri kreatif di Indonesia dan kami ingin ambil bagian. Kami ingin mendorong para komikus lokal Indonesia agar bisa unjuk gigi. Menunjukkan bahwa kita masih eksis dan siap bersaing dengan komikus luar,” ujar Chris.

Sederet komikus Indonesia pun diboyong ke re:CON 2015 untuk mewujudkan cita-cita ini. Di antaranya adalah Kaari Karina, Shu Eirin, C Suryo Laksono, Ockto Baringbing, Ino Septian, Sheila Rooswitha, Maximillian Fansyuri, Dini Marlina, Kristoforus Marvino, Hendry Iwanaga, Rii Wels, Angie, dan Kate Yan. Mereka berbagi ilmu animator dan ilustrator kepada para pengunjung.

“Sekarang kami mencoba berdiri dan kita sadar kita tidak bisa sendiri. Industri kreatif kita harus disokong ramai-ramai oleh konsumen termasuk juga dari dunia usaha. Semua ini kami lakukan untuk ikut berperan serta membangun negara kita, khususnya dari sisi ekonomi kreatif,” sambung Chris.

Mereka pun terus mencoba mencari format baru dalam mempopulerkan komik karya komikus lokal. “Setidaknya kami telah memulai pendekatan-pendekatan baru, namun tetap yang terpenting adalah kegigihan yang berkesinambungan untuk senantiasa mencoba berbagai terobosan baru terutama dalam dari sisi pemasaran,” tambah Andik.

Sementara itu, Yudha mengaku tidak menduga sambutan masyarakat terhadap re:CON 2015 sedemikian besarnya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan re:CON 2015,” ujar Yudha. BCA merupakan salah satu pihak yang mendukung re:CON 2015.

BCA menyediakan kartu Tahapan Xpresi bergambar karakter-karakter re:ON Comics yang hanya tersedia saat event berlangsung. Pengunjung yang membuka rekening Tahapan Xpresi BCA pun bisa memilih salah satu dari 10 desain karakter re:ON Comics yang tersedia. Tak heran jika sejak re:CON 2015 dibuka, booth BCA ramai diserbu oleh ratusan penggemar komik.

(adv/adv)


Berita Terkait