CEO Grup AirAsia Tony Fernandes Individu Berpengaruh di Dunia

CEO Grup AirAsia Tony Fernandes Individu Berpengaruh di Dunia

- detikNews
Sabtu, 25 Apr 2015 00:00 WIB
CEO Grup AirAsia Tony Fernandes Individu Berpengaruh di Dunia
Jakarta - Tan Sri Tony Fernandes, pemilik sekaligus pendiri Grup AirAsia, beberapa waktu lalu kembali menorehkan prestasi melalui penobatannya sebagai salah satu individu paling berpengaruh di dunia versi majalah TIME.

Majalah TIME setiap tahunnya sejak 12 tahun silam rutin mempublikasikan daftar TIME 100, yaitu daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia, sebagai penghargaan atas aktivitas, inovasi dan pencapaian mereka. Adapun tahun ini dua individu dari Asean masuk dalam daftar TIME 100, yakni Tony Fernandes dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Tony Fernandes menuturkan bahwa dirinya merasa terhormat, terkejut sekaligus bangga berada di dalam daftar TIME 100. Tony juga berterima kasih kepada seluruh stafnya di AirAsia, Tune, QPR, dan Caterham yang selama ini telah mendukungnya dan bekerja keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan visi mendemokratisasi perjalanan udara, Tony Fernandes dan rekannya Kamarudin Bin Meranun membangun AirAsia pada 2001. Tony menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di sejarah perjalanan udara di kawasan Asia dan Asean, yaitu maskapai penerbangan berbiaya hemat dengan harga tiket terjangkau untuk semua kalangan. Kehadiran AirAsia mampu membuat komunitas dan budaya menjadi saling terhubung, selain juga memicu pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di kawasan tersebut.

Saat ini, AirAsia adalah maskapai penerbangan berbiaya hemat atau low-cost carrier terbesar di Asia, dengan jaringan destinasi yang luas mencapai lebih dari 190 kota tujuan. Dalam kurun waktu 13 tahun, AirAsia telah menerbangi lebih dari 280 juta pelanggan di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan India. AirAsia juga dinobatkan sebagai low-cost carrier (LCC) terbaik di dunia versi Skytrax selama 6 tahun berturut-turut dari 2009 hingga 2014.

Tony Fernandes mengatakan bahwa tahun ini AirAsia semakin fokus pada perluasan konektivitas di wilayah Asean, termasuk Indonesia. Bagi Tony, Indonesia memiliki potensi wisata yang luar biasa. Tidak hanya Bali, namun kota lainnya seperti Yogyakarta, Solo, Medan, Surabaya, Ambon, Sorong, Lombok, Labuan Bajo. Sampai dengan saat ini, Grup AirAsia melayani sebanyak 517 penerbangan dari dan menuju 16 destinasi di Indonesia.

“Kami berkomitmen penuh mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia melalui penerbangan hemat berkualitas. Kami percaya bahwa jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dapat meningkat hingga 20 juta bahkan 40 juta,” ujar Tony.

AirAsia terus berupaya mendorong peningkatan penerbangan ke Indonesia diantaranya dengan secara aktif memperkenalkan pariwisata nasional melalui jaringan penerbangan Grup AirAsia di wilayah Asean, Australia, Cina, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, India dan Timur Tengah. Keputusan Presiden Joko Widodo menambah daftar negara penerima fasilitas bebas visa dinilai Tony sebagai langkah yang luar biasa karena akan berdampak cukup signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Sebagai upaya mendukung pemerintah dalam memajukan pariwisata Indonesia, pada Oktober 2014, Grup AirAsia meluncurkan Indonesia AirAsia X yaitu maskapai penerbangan berbiaya hemat jarak jauh pertama di Indonesia. Model bisnis yang diperkenalkan Indonesia AirAsia X diyakini Tony dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dari luar wilayah Asean.

Saat ini Indonesia AirAsia X telah mengoperasikan penerbangan dari Melbourne dan Taipei menuju Bali. Ke depannya, Indonesia AirAsia X akan membuka konektivitas menuju Bali dari Cina, Jepang dan Korea Selatan. Hal ini semakin mengukuhkan komitmen AirAsia dalam memajukan pariwisata Indonesia.


(adv/adv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait