BCA Luncurkan Tabungan LAKU di Grobogan, Jawa Tengah

BCA Luncurkan Tabungan LAKU di Grobogan, Jawa Tengah

- detikNews
Senin, 27 Apr 2015 00:00 WIB
BCA Luncurkan Tabungan LAKU di Grobogan, Jawa Tengah
Jakarta - LAKU PANDAI (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) telah diluncurkan di Jakarta pada 26 Maret lalu. Program dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini didukung penuh oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sebagai wujud komitmen dukungan tersebut, BCA meluncurkan produk tabungan LAKU di Balai Desa Ngombak, kecamatan Kedung Jati, kabupaten Grobogan – Jawa Tengah pada Senin (6/4) lalu.

Hadir untuk meresmikan LAKU pagi itu adalah Presiden Direktur BCA – Jahja Setiaatmadja, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan – Muliaman D. Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK – Nelson Tampubolon dan Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen – Kusumaningtuti S. Soetiono.

Turut hadir dan menyaksikan peluncuran LAKU di antaranya: Deputi Komisioner Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan – Mulya Siregar, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 3 – Irwan Lubis, Marlison Hakim – Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Direktur BCA – Suwignyo Budiman, Direktur BCA – Armand W. Hartono, Komisaris BCA – Cyrillus Harinowo, manajemen Indepay dan pejabat daerah setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

LAKU merupakan rekening perorangan dengan persyaratan yang sangat mudah dipenuhi. Proses transaksi dilakukan di agen, bukan di kantor cabang. Mulai dari pembukaan rekening, setor tunai, tarik tunai, cek saldo dan mutasi rekening. Ini jadi perkenalan bagi masyarakat yang masih awam terhadap produk perbankan.

Masyarakat di desa tidak perlu jauh-jauh ke kantor cabang BCA yang ada di Purwodadi. Mau menabung atau transaksi lainnya, cukup datang ke agen terdekat. Bisa tetangga, bisa juga pemilik warung atau kios pulsa. Agen betul-betul menjadi perpanjangan tangan BCA karena kantor cabang tidak bisa melayani LAKU.

"Demi meningkatkan inklusi keuangan di berbagai kelompok masyarakat Indonesia, kita harus menghadirkan produk perbankan yang mudah dijangkau dan dimengerti. Jika masyarakat sudah mengerti, maka mereka akan tahu betapa mudahnya menggunakan produk perbankan. Nantinya akan terbangun kebiasaan yang baik yaitu menabung," kata Jahja.



Grobogan merupakan daerah pertama yang dipilih BCA untuk implementasi pilot project LAKU. Kabupaten Grobogan mencakup 19 kecamatan dimana mata pencarian utama penduduknya mayoritas adalah bertani dan beternak. Setelah ini, BCA akan mengembangkan implementasi LAKU ke Wonogiri, Wonosari, Jepara dan Jombang.

Saat ini BCA sudah memiliki 3.000 agen LAKU dan menargetkan penambahan 600.000 agen baru di akhir tahun 2015. Dalam merekrut agen LAKU, BCA bekerjasama dengan Yayasan Purba Dana Artha yang sudah terbiasa mengedukasi literasi keuangan ke penduduk di daerah-daerah terpencil.

Melalui LAKU, BCA sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan, pengenalan budaya menabung, pengenalan lembaga keuangan, dsb. Dengan adanya LAKU juga berdampak positif terhadap pemerataan pemasukan karena agen LAKU mendapat fee transaksi. Harapannya adalah seiring agen LAKU berkembang, pendapatan masyarakat sekitar pun ikut berkembang.

Info lebih lanjut, silakan hubungi HALO LAKU & DUITT di 1500268.

BCA Senantiasa di Sisi Anda


(adv/adv)


Berita Terkait