Peduli Katarak, BCA Sumbang Alat Operasi dan Biometri ke SPBK Perdami

Rangkaian Kegiatan HUT BCA ke-58

Peduli Katarak, BCA Sumbang Alat Operasi dan Biometri ke SPBK Perdami

- detikNews
Senin, 23 Mar 2015 00:00 WIB
Peduli Katarak, BCA Sumbang Alat Operasi dan Biometri ke SPBK Perdami
Jakarta - Tingkat kebutaan yang disebabkan oleh katarak masih cukup tinggi di Indonesia. Riset terakhir yang dilakukan oleh Pesatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menunjukkan katarak menjadi penyebab setengah dari total jumlah kasus kebutaan di Indonesia.

Ironisnya jumlah kebutaan akibat katarak masih terus meningkat meskipun berbagai usaha penanganan telah dilakukan. Sebabnya adalah iklim tropis di Indonesia yang dapat memicu katarak. Selain itu, tidak seimbangnya jumlah penderita dengan persebaran tenaga serta fasilitas medis untuk menanganinya.

Oleh karena itulah PT. Bank Central Asia, Tbk (BCA) yang telah menjadi mitra Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perdami sejak 15 tahun lalu kembali menunjukkan kepeduliannya. Kali ini dengan menyumbangkan 13 unit alat operasi katarak dan 2 unit alat biometri. Kepedulian tersebut ditunjukkan sebagai bagian dari ungkapan syukur atas pertambahan usia ke-58.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebutaan akibat katarak memberi efek pada produktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Penderita jadi sangat bergantung pada orang lain. Padahal sebenarnya kebutaan katarak ini bisa dihindari dengan operasi yang juga hanya memakan waktu singkat. Harapannya dengan donasi ini semakin banyak penderita yang terbantu dan dapat beraktivitas normal lagi. Semoga niat baik kita ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia", ujar Jahja Setiaatmadja dalam kata sambutannya sebelum menyerahkan alat operasi dan biometri secara simbolis kepada SPBK Perdami.

Katarak merupakan kekeruhan lensa mata yang jika dibiarkan akan menyebabkan gangguan penglihatan. Jika dibiarkan dan semakin parah, selaput katarak dapat menghalangi masuknya cahaya ke mata secara total sehingga menyebabkan kebutaan.

Kebutaan akibat katarak sebenarnya dapat diobati jika saja ditangani secara medis sejak dini. Alat biometri yang disumbangkan oleh BCA akan berfungsi sebagai pengukur kemampuan lensa mata penderita katarak. Selain itu dengan jumlah unit alat operasi yang memadai tentunya akan semakin banyak lagi penderita katarak yang tertolong.

"Kebutaan akibat katarak sebenarnya bisa dihindari atau avoidable blindness yaitu dengan cara mengoperasi. Melihat angka kebutaan katarak di Indonesia, kita harusnya tercambuk lagi untuk terus berusaha. Bayangkan rate-nya sama dengan negara sub sahara. Jumlah operasi katarak kita cukup rendah, Kita jauh tertinggal karena kurang edukasi, tenaga medis dan sarana. Dengan dukungan BCA ini kami berterima kasih dan kami harapkan penanganan lebih baik lagi," ujar dr. M.Sidik, Sekretaris Jendral Perdami.

Sejak tahun 2001 BCA sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap penderita katarak. Setiap tahunnya BCA terus mendukung kurang lebih lima operasi katarak gratis di berbagai lokasi. Dalam rangka ulang tahun BCA ke 58, warga Jakarta dapat memperoleh penanganan medis berupa operasi katarak secara gratis di Klinik Medika Lestari, Ciledug.

Selain itu BCA juga mendukung pelaksanaan operasi katarak gratis di berbagai wilayah lain di pelosok Indonesia. Misalnya saja Barabai (Kalimantan Selatan), Batam, Larantuka (Flores Timur) dan masih banyak lagi. Wilayah-wilayah tersebut dipilih BCA karena memang belum pernah terjangkau akibat sulitnya akses transportasi dan kondisi alam.

"Kami berharap dengan adanya perhatian, dukungan dan bantuan dari BCA jumlah penderita katarak di Indonesia dapat berkurang. Selain itu bagi para penderita katarak kami berharap dengan adanya penanganan medis berupa operasi gratis mereka dapat sembuh sebelum mengalami kebutaan dan meningkatkan kualitas hidup mereka," ujar Inge Setiawati, Sekretaris Perusahaan BCA.

Sebagai ungkapan syukur HUT-58, BCA juga telah dan masih akan menggelar kegiatan kepedulian lainnya. Misalnya seperti aksi donor darah di Menara BCA dan GOR Sumantri Brojonegoro, pengobatan gratis kepada pasien kurang mampu, Green Stage pada Car Free Day, pemeriksaan mata dan donasi kacamata pada murid 17 sekolah binaan BCA, bantuan buku dan prasarana untuk sekolah binaan BCA serta penanaman mangrove di 9 kota.

"Ini semua kami lakukan sebagai bukti komitmen kami bukan hanya dari segi layanan perbankan tetapi juga kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum. Kami ingin memaknai eksistensi BCA selama 58 tahun dengan berbagi karena BCA tidak ingin berkembang sendirian. Masyarakat di sekitar kami harus ikut berkembang," lanjut Jahja Setiaatmadja.

BCA Senantiasa di Sisi Anda


(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads