Wujudkan Jakarta Smart City, Pemprov DKI Manfaatkan Media Sosial

Social Media Week Jakarta 2015

Wujudkan Jakarta Smart City, Pemprov DKI Manfaatkan Media Sosial

- detikNews
Senin, 23 Mar 2015 00:00 WIB
Wujudkan Jakarta Smart City, Pemprov DKI Manfaatkan Media Sosial
Jakarta - Macet, banjir, jalanan berlubang dan layanan publik yang buruk. Itulah sederet masalah yang harus dihadapi dan dibenahi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan Jakarta Baru, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencanangkan program Jakarta Smart City pada 15 Desember 2014.

Maka Pemprov DKI Jakarta sangat senang dan bangga ketika Social Media Week 2015 digelar untuk pertama kalinya di Jakarta. Pasalnya, media sosial merupakan salah satu elemen yang menjadi andalan Pemprov untuk menyerap aspirasi, keluhan, kritikan, masukan dan saran dari masyarakat Jakarta.

"Kami berharap Social Media Week dapat terselenggara setiap tahun dan menjadi event tahunan Jakarta yang bersinergi dengan acara sejenis agar lebih semarak," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta – Ii Karunia di Blitzmegaplex Pacific Place, Rabu (25/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemprov DKI Jakarta merupakan keynote speaker di acara Social Media Week (SMW) 2015 yang didukung penuh oleh BCA itu. Lebih lanjut Ii memaparkan bahwa keberadaaan Jakarta Smart City tergantung pada kontribusi aktif 3 pihak yaitu masyarakat, pemerintah dan swasta. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemprov sudah bekerjasama dengan tiga media sosial yaitu Twitter, Waze dan Qlue (startup lokal).

Kepala UPT Jakarta Smart City – Alberto Ali menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta punya sistem yang dinamakan Respon Opini Publik (ROP) di website smartcity.jakarta.go.id. Sistem ini menarik semua informasi dari Twitter, Facebook dan media online yang menyebut tentang masalah di Jakarta.

Data dan informasi yang disampaikan masyarakat dalam bentuk tekstual, visual dan spasial melalui website dianalisis. Setelah diolah akan ditindaklanjuti sesuai dengan permasalahan dan prioritas penanganan. Hasil analisa ROP ini juga diserahkan ke Gubernur setiap minggu saat rapat dan termasuk sebagai bahan pengambilan keputusan.

"Efeknya, masyarakat merasa pengaduannya didengar lebih cepat oleh Pemprov. Jika selama ini bingung harus mengeluh kemana, sekarang lebih mudah lewat media sosial atau media online," ujar Ali. Lebih lanjut Ali menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta punya apps smartphone yang dikembangkan khusus untuk kalangan internal petugas.

"Seluruh pengaduan masyarakat yang masuk akan ditindaklanjuti oleh petugas terdekat menggunakan CROP alias Cepat Respon Opini Publik. Aplikasi ini digunakan oleh petugas kelurahan, kecamatan, petugas kebersihan, Satpol PP, Dishub, dll. Hanya 2 – 3 jam masyarakat melaporkan lewat Qlue, sudah bisa langsung ada tindakan," papar Ali.

Inilah kolaborasi tiga pilar Jakarta Smart City. Publik, swasta dan pemerintah bekerjasama memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Bersikap acuh tidak menyelesaikan masalah. Ayo jadi masyarakat yang aktif. Manfaatkan media sosial untuk membangun Jakarta jadi kota yang modern, nyaman dan layak huni. Social Media Week Jakarta 2015 didukung penuh oleh BCA.

BCA Senantiasa di Sisi Anda


(adv/adv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait