BCA berhasil mencatat laba bersih tahun 2014 tumbuh 15,7% menjadi Rp 16,5 triliun dari Rp 14,3 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,2% menjadi Rp 32,0 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar 13,5% menjadi Rp 9,0 triliun.
Total portofolio kredit tumbuh Rp 34,3 triliun atau 11,0% menjadi Rp 346,6 triliun hingga 31 Desember 2014. Pertumbuhan ini terutama berasal dari kredit investasi dan modal kerja yang disalurkan ke segmen korporasi, komersial dan UKM. Pada tahun 2014, BCA menahan laju pertumbuhan kredit konsumer dan mencatat pertumbuhan yang moderat sebesar 6,1% menjadi Rp 92,3 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit kendaraan bermotor naik 8,3% menjadi Rp 28,9 triliun sementara outstanding kartu kredit mencapai Rp 8,8 triliun atau tumbuh 18,5%. BCA lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit dan hal itu tercermin dalam rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah yakni 0,6% dengan rasio cadangan sebesar 324,2%.

BCA berhasil mempertahankan posisi likuiditas yang memadai, ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 9,4% menjadi Rp 447,9 triliun pada akhir tahun 2014. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 4,2% menjadi Rp 336,4 triliun.
BCA secara pro aktif menaikkan suku bunga deposito kategori tertentu untuk mempertahankan posisi keseluruhan likuiditas yang solid. Hal ini menghasilkan pertumbuhan deposito yang signifikan yakni sebesar 28,8% menjadi Rp 111,5 triliun pada akhir tahun 2014.
Anak perusahaan BCA yang telah lama berdiri, BCA Finance terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap laba bersih BCA. Perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor roda empat ini merupakan entitas anak yang memberikan laba terbesar. Dalam beberapa tahun terakhir BCA pun mengembangkan lini-lini bisnis baru bersama entitas anak.
Bisnis-bisnis baru BCA baik di bidang perbankan Syariah (BCA Syariah), sekuritas (BCA Sekuritas), asuransi umum (BCA Insurance), remittance (BCA Finance Limited) maupun kredit kendaraan bermotor roda dua (Central Santosa Finance) terus menunjukkan hasil yang positif dan diharapkan dapat berkontribusi lebih baik terhadap profitabilitas BCA di masa mendatang. BCA Life (asuransi jiwa), yang dimiliki oleh BCA Sekuritas, telah mulai beroperasi pada triwulan keempat 2014 dan akan menambah kemampuan BCA dalam menyediakan produk-produk dan solusi keuangan yang lebih beragam bagi nasabah BCA.
"BCA akan terus membina kepercayaan nasabah dengan menyediakan layanan perbankan transaksi yang berkualitas, aman dan andal agar tetap terdepan di tengah persaingan. BCA berupaya menjaga keseimbangan antara peluang dan resiko, senantiasa mencermati perkembangan situasi makro untuk memastikan pelaksanaan praktik perbankan yang sehat," ungkap Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA.
(adv/adv)











































