Kesiapan untuk mendukung program pemerintah ini ditunjukkan pada peluncuran perdana MPN G-2 di Gedung Dhanapala Kementrian Keuangan, Selasa (17/2) lalu. BCA menjadi salah satu perusahaan perbankan yang melakukan sistem penerimaan pajak terintegrasi. โSaya kira ini adalah program pemerintah yang sangat bagus dan BCA siap menyokong. Kita adalah bank transaksional yang punya jaringan luas terutama e-channel. Mudah-mudahan masyarakat lebih mudah membayar pajak, kesadaran membayar pajak meningkat dan target penerimaan negara tercapaiโ, ujar Suwignyo Budiman โ Direktur BCA pada peluncuran MPN G-2 yang juga dihadiri oleh Menkeu Bambang Brodjonegoro dan Menko Perekonomian Sofjan Djalil.
Modul Penerimaan Negara (MPN G-2) merupakan salah satu inovasi Direktorat Jendral Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI. MPN pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 sebagai sistem penerimaan negara berbasis teknologi informasi yang terintegrasi. Pada saat itu pembayaran pajak melalui sistem ini masih terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MPN G-2 yang dikembangkan mulai 2009 dan melibatkan berbagai lembaga seperti Direktorat Jendral Pajak, Direktorat Jendral Bea Cukai dan Direktorat Jendral Anggaran. Sistem baru ini diciptakan untuk mengimbangi kebutuhan dan perilaku masyarakat yang semakin berkembang serta mengatasi kelemahan MPN generasi sebelumnya. Menggunakan sistem pembayaran yang sering disebut e-billing ini pajak dapat dibayarkan tidak hanya melalui teller bank saja tetapi juga lewat e-channel secara cepat dan aman.
"Target penerimaan negara sesuai dengan APBN meningkat. Harus ada ekstra usaha. Termasuk melalui modul yang dapat menambah kecepatan, kepastian dan akuntabilitas penerimaan negara ini . Kami apresiasi dukungan dari perusahan perbankan dan lembaga lainnya yang nantinya akan menjadi garda terdepan pelaksanaan modul ini," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
Menkeu Bambang Brodjonegoro melanjutkan bahwa dengan adanya MPN G-2 mengatasi berbagai kesulitan wajib pajak dan wajib setor dalam pembayaran pajak. Tidak akan lagi ditemui kendala-kendala seperti keterbatasan waktu layanan setoran di perbankan, ketidak tersediaan di daerah-daerah karena kondisi geografis hingga biaya transaksi yang besar dapat diatasi.
Untuk dapat memanfaatkan MPN G-2, wajib pajak dan wajib setor hanya perlu melakukan beberapa langkah mudah. Pertama registrasikan NPWP secara online di website sse.pajak.go.id untuk mendapatkan ID dan PIN. Kedua, lakukan input data penerimaan negara untuk memperoleh kode billing. Kode billing kemudian dapat langsung digunakan sebagai dasar pembayaran pajak baik lewat ATM BCA, KlikBCA Bisnis dan counter cabang BCA.

"Kita buka channel kita untuk dapat mendukung program ini. Kita sudah menyiapkan ATM BCA dan KlikBCA Bisnis. Kita sudah mulai sejak tahun lalu dan kedepannya kita sempurnakan agar lebih baik lagi", ujar Suwignyo lagi.
Suwignyo melanjutkan bahwa ia yakin sistem baru ini akan menjamin pembayaran pajak yang lebih baik dan transparan. Menggunakan database yang terintegrasi monitoring status pembayaran dan penyetoran juga lebih mudah bagi pengguna layanan. Hal ini sesuai dengan komitmen BCA untuk menyediakan kemudahan, kenyamanan dan kecepatan transaksi bagi nasabahnya sambil terus berkontribusi bagi pembangunan negara.
(adv/adv)











































