Konferensi yang didukung penuh oleh BCA ini disambut antusias oleh para wirausahawan baik lokal maupun mancanegara. Jelas saja, Konferensi Endeavor Scale-Up 2.0 menghadirkan sederet pembicara dan moderator berkompeten dan berpengalaman mengembangkan start-up ke level scale-up.
Beberapa di antaranya adalah Cheryl Goh dari GrabTaxi, Khailee Ng - Managing Partner 500 Startups, founder SAYS.com dan GroupsMore, Peng T. Ong - Managing Partner Monk's Hill Venture, founder Match.com, Niki Luhur - President Director Kartuku, dan Antonny Liem โ CEO Merah Putih Inc. Sementara dari sisi mentor dan investor hadir Tauseef Riaz dari Ooredoo Group, Luke Roush dari Sovereigns Capital, Nazar Yasin dari Rise Capital dan David Frazee dari Richmond Global yang berbasis di Silicon Valley.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antonny berpendapat bahwa konferensi semacam ini merupakan momen penting bagi para pengembang usaha. Tahap pengembangan usaha atau scale-up adalah tahap yang sulit sehingga pandangan baru, masukan dan pelajaran dari wirausahawan lain yang berpengalaman dapat menjadi pencerahan untuk mereka.
"Membuat usaha lumayan mudah, apalagi di bidang teknologi. Biaya lumayn murah tetapi bagaimana mengembangkan usaha yang benar itu yang sulit. Sekarang mentor, investor dan pengusaha dihubungkan. Tentu sangat membantu para wirausahawan yang sedang scaling-up," lanjut pria yang juga memimpin sebuah inkubator bisnis Merah Putih Inc. ini.
Ia sendiri menceritakan tentang bagaimana kesulitan atau tantangan yang dihadapi ketika mengembangkan usahanya. Menurutnya sebagai techpreneur tantangan terbesar terletak pada sumber daya manusia dan manajemen. Bakat di Indonesia masih sedikit dan pasar belum terlalu tumbuh bagi techpreneur. Selain itu dengan jumlah karyawan yang semakin banyak perlu skill tersendiri di segi manajerial.
Karena itulah menurutnya mentor sangat diperlukan. Ketika terjadi masalah dalam perusahaan mentor dapat memberi masukan objektif dan netral. โSetiap orang butuh belajar. Pastikan mentor objektif, netral dan smart untuk memberi masukan ke kita. Selain itu ingat memiliki usaha itu sulit, capek karena itu butuh passion dan tujuan yang jelas,โ ujarnya.
Sebanyak lebih dari 200 wirausahawan hadir sebagai peserta yang diantaranya juga merupakan nasabah BCA Prioritas dan Solitaire. Mereka hadir untuk menyaksikan pembahasan komprehensif berbagai topik menarik seperti Building a Winning Team & Culture for your Scale-Up, Funding Options for your Scale-Up, dan Leveraging Founder's Mentality for your Scale-Up
"Saya suka sekali dengan acara ini karena memberi kesempatan untuk networking dan memperoleh pandangan baru. Saya juga setuju dengan pendapat bahwa pengusaha juga harus punya misi untuk memberi sesuatu buat negara dan masyarakat. Bukan cuma usaha saja," ujar Victor Adiguna , nasabah Prioritas BCA yang mengembangkan usaha distribusi logistik.
Victor menyampaikan bahwa ia sendiri juga mengalami banyak kesulitan saat mengembangkan usahanya. Apalagi usaha yang dimilikinya bersifat padat karya. Ada pandangan baru yang ia peroleh tentang people management di konferensi ini.
"Semoga semakin banyak lagi wirausahawan-wirausahawan baru di Indonesia. Penduduk kita banyak, jangan sampai cuma jadi pasar saja. Harapan lainnya semoga semakin banyak dukungan lagi. Baik dari organisasi seperti endeavor, pemerintah maupun perbankan. Perbankan ini bukan hanya bisa bantu lewat modal tetapi juga mentoring dan infrastruktur pembayaran yang modern," tutup Antonny.
(adv/adv)











































