"Ya, modal dari investor adalah satu hal besar bagi scale-up. Sebuah perusahaan dapat diibaratkan seperti mobil dan modal adalah bahan bakar untuk menggerakkannya. Tapi ingat, ada mesin dan sistem di dalamnya yang sangat menentukan. Jadi tidak semuanya tentang uang," ujar Nazar Yasin, Managing Partner Rise Capital dalam sesi "Why Some Scale-Up Fail & Some Suceed". Salah satu topik menarik yang dibahas dalam Konferensi Endeavor Scale-Up 2.0 yang didukung penuh oleh BCA.
Kegagalan scale-up tidak sepenuhnya merupakan kesalahan investor. Hal ini juga disampaikan oleh Tauseef Riaz (Ooredoo Group) dan Luke Roush (Sovereign Capital) pada kesempatan yang sama. Tauseef yang juga telah berpengalaman sebagai mentor berbagai start-up berpengaruh di Indonesia menyampaikan bahwa permodalan dari investor bukan satu-satunya hal penting. Scale-up harus punya kesiapan terlebih dahulu untuk tumbuh. “Apabila scale-up tidak siap untuk tumbuh, seberapa banyak modal yang diinvestasikan pasti tidak akan sukses juga,” ujarnya.
Lalu bagaimana cara investor mengukur kesiapan scale-up? "Investor melihat pada hal-hal fundamental, platform, teknologi yang mereka gunakan," timpal Luke Roush. Selain itu investor juga memastikan bahwa scale-up memahami customer, memiliki validasi pasar yang akurat, fokus dan memiliki perekonomian yang baik dalam hal bisnis.
Selain itu penting diingat oleh wirausahawan pemilik scale-up. Kesiapan tidak hanya harus dimiliki oleh perusahaan tetapi juga oleh founder. Founder harus memiliki skill, kesiapan mental dan fokus yang jelas juga.
"Lihat saja Facebook bukan satu-satunya media sosial yang ada dan Google bukan search engine pertama di dunia tapi mereka sukses menarik investor dan mempergunakan modal yang diperoleh dengan baik. Kenapa? Mereka punya model bisnis yang menarik dan dasar yang kuat. Dua hal itu bukan sesuatu yang dapat didapat dari uang,” ujar Nazar lagi.
Merebut Hati Investor Ternyata Sederhana
Pada sesi yang berbeda David Frazee, Managing Partner Richmond Global yang berbasis di Silicon Valley menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana scale-up dapat menarik investor.“Mudah untuk membuat investor senang dan memperoleh modal yang dibutuhkan tanpa drama,” kelakarnya.
Ia menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang dipertimbangkan investor dari scale-up yaitu revenue, profit, margin, dan tim yang solid. “Kalau sudah punya ini, scale-up akan baik-baik saja soal urusan investor,” ujarnya.
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh scale-up adalah memiliki kemampuan negosiasi yang baik sehingga menguntungkan kedua belah pihak. Investor dan perusahaannya. Setelah itu tidak perlu banyak pertimbangkan buat rancangan bisnis yang baik dan kembangkan perusahaan. “Alasan mengapa banyak scale-up gagal adalah karena mereka gagal mengeksekusi. Miliki real bussiness sehingga kalian dapat menarik real investor dan real money,” ujarnya.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(adv/adv)











































