Realisasi program less cash society untuk transparansi keuangan yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta memperoleh dukungan dari sejumlah perusahaan perbankan di Indonesia. Senin (8/12) lalu tujuh perusahaan perbankan menyatakan dukungannya melalui penandatanganan perjanjian kerjasama untuk penerimaan biaya pengelolaan pasar (BPP) dari tenan PD Pasar Jaya secara non-tunai.
- Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi salah satu bank yang memberikan dukungan terhadap program Pemprov DKI tersebut.
Seremonial penandatanganan kerjasama yang digelar di Balai Agung, Balai Kota Pemprov DKI Jakarta tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), jajaran direksi dari ketujuh bank dan Presiden Direktur PD Pasar Jaya DjanggaLubis. Sebagai perwakilan dari BCA, Jahja Setiaatmadja – Presiden Direktur BCA dan Suwignyo Budiman – Direktur BCA hadir untuk menandatangani kesepakatan.
“Saya kira ini adalah saat yang tepat untuk perbankan ambil bagian dalam mendukung usaha Pemprov DKI untuk transaksi less cash. Ini juga sesuai dengan visi BI dan OJK. Kita sangat antusias ikut serta, kita siapkan teknologinya, sosialisainya dan segala macam. Kalau ini jadi suatu pilot project ya ini bagus sekali,” ujar Jahja Setiaatmadja.
Sebagai bentuk kerjasama tahun 2015 mendatang, BCA akan mulai menerima pembayaran non-tunai dari tenant PD Pasar Jaya. BCA akan menerapkan sistem autodebet jumlah pembayaran dari rekening pedagang yang menjadi tenant melalui KlikBCA Bisnis. Setiap transaksi pembayaran non – tunai akan dibebaskan dari biaya administrasi dan transaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem pembayaran BPP non-tunai ini akan diterapkan di 153 pasar yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya mulai Januari 2015. Untuk mendukung kesuksesan program ini sosialisasi telah dilakukan secara bertahap kepada pegawai PD Pasar Jaya, petugas di pasar-pasar dan pedagang sejak Oktober 2014.
Selain itu PD Pasar Jaya menguji cobakan sistem pembayaran non tunai ini di Pasar Manggis yang berlokasi di kawasan Karet Setiabudi. PD Pasar Jaya akan menjadikan Pasar Manggis sebagai pilot project dari program ini.
Sistem pembayaran BPP non tunai ini akan memberikan banyak kenyamanan baik untuk pedagang pasar, PD Pasar Jaya maupun perusahaan perbankan yang terlibat. PD Pasar Jaya dapat menekan biaya penglolaan uang kas, memperoleh transparansi arus keuangan pasar dan memperoleh data penerimaan pasar secara real time.
Bagi pedagang, sistem pembayaran BPP non tunai dengan cara autodebet dari rekening dapat menghindari terjadinya keterlambatan pembayaran dan memperkecil adanya pungutan liar Sementara bagi perusahaan perbankan, pedagang-pedagang pasar dapat menjadi nasabah potensial.
“Tentunya kami Pemprov DKI berterima kasih kepada seluruh bank yang ikut serta mendukung. Kenapa saya begitu ngotot dengan program less cash ini? Tujuannya tentu transparansi keuangan. Nanti semua wilayah Jakarta akan menerapkan ini baik di pasar, transportasi umum, parkir, santunan bencana dan sebagainya,” ujar Basuki Tjahaja Purnama.
Pembayaran BPP secara non tunai ini baru tahap awal saja. Setelah BPP nantinya service charge juga akan dibayarkan secara autodebet. PD Pasar Jaya juga akan bekerja sama dengan tujuh bank yang memang sudah beroperasi di pasar-pasar ini untuk pembayaran pembelanjaan pelanggan dengan EDC.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(adv/adv)










































