Mengemudi Terlalu Lama Pertinggi Resiko Kecelakaan

Mengemudi Terlalu Lama Pertinggi Resiko Kecelakaan

- detikNews
Senin, 17 Nov 2014 00:00 WIB
Mengemudi Terlalu Lama Pertinggi Resiko Kecelakaan
Jakarta - Perasaan ingin cepat sampai ke tempat tujuan seringkali membuat pengemudi yang tengah menempuh perjalanan jarak jauh enggan beristirahat. Mereka lebih memilih menyetir terus menerus meski tubuh sudah tidak sanggup menahan lelah dan rasa mengantuk. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab banyak kecelakaan lalu lintas.

Menurut catatan Korlantas Mabes Polri, jumlah kecelakaan dengan penyebab rasa kantuk, lelah dan kondisi tubuh pengemudi yang tidak sehat mencapai hampir 30% dari total keseluruhan jumlah kecelakaan di Indonesia. Kecelakaan dengan penyebab pengemudi mengantuk dan kelelahan biasanya juga lebih fatal.

Β Idealnya mengemudi hanya boleh dilakukan selama lima jam. Tidak lebih dari itu. Rasa kantuk, lelah dan kondisi badan tidak sehat akibat terlalu lama mengemudi tanpa istirahat dapat membuyarkan konsentrasi dan kesigapan yang dibutuhkan pengemudi. Ini dikarenakan pada saat lelah atau mengantuk saraf sensorik dan motorik menjadi lemah sehingga refleks berkurang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menghindari resiko kecelakaan lalu lintas, pengemudi disarankan untuk beristirahat secara berkala, misalnya setiap tiga jam sekali. Pengemudi dapat singgah di rest area terdekat untuk mengisi kembali tenaga yang terkuras selama perjalanan. Caranya dapat dilakukan dengan makan makanan yang sehat dan bergizi untuk pemulihan tenaga, minum banyak air, tidur sejenak atau berekreasi selama di rest area.

Jika sulit untuk menemukan rest area, sebaiknya pengemudi mencari tempat aman untuk parkir dan tidur atau mencari alternatif pemulihan tenaga lainnya. Salah satu cara praktis untuk mengembalikan tenaga yang hilang adalah dengan mengkonsumsi minuman berenergi. Namun, jangan pilih minuman berenergi sembarangan. Salah-salah pencernaan terganggu dan perjalanan malah terhambat. Pilih minuman berenergi yang bersifat tidak asam dan aman bagi lambung seperti Proman.
Β 
Proman adalah minuman berenergi yang memiliki kandungan vitamin, mineral, dan stimulant seperti kafein serta ginseng yang efektif meningkatkan energi tubuh. Sebelumnya Proman hadir dalam kemasan botol dan travel pack. Saat ini Proman baru saja meluncurkan kemasan dalam bentuk kaleng. Volume isinya pas untuk menghilangkan rasa haus dan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pengemudi untuk memulihkan energi saat berkendara. Tak perlu khawatir dihinggapi rasa lelah dan kantuk karena kandungan energi Proman dapat membantu menyegarkan tubuh sehingga tetap konsentrasi saat mengemudi.

Masih dalam rangkaian peluncuran kemasan kaleng, Proman membagikan produk secara cuma-cuma bagi pengemudi yang melalui pintu tol Cikarang Utama. Pada periode 17-18 November 2014 Proman kemasan kaleng yang praktis dibawa saat perjalananan akan dibagikan mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan Proman sekaligus untuk turut ambil bagian dalam kampanye pengurangan angka kecelakaan lalu lintas. Proman mendukung gerakan keselamatan berlalu lintas dengan mengampanyekan bahaya lelah dan mengantuk sebagai penyebab kecelakaan terbesar di Indonesia. Pembagian produk di gerbang pintu tol Cikarang Utama bertujuan agar lebih banyak pengemudi merasakan manfaat Proman. Sehingga dapat menjaga stamina, kesegaran tubuh dan daya konsentrasi saat berkendaraan guna meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads