Raut puas tampak di wajah Carissa dan Amanda (11 tahun) ketika menghitung jumlah upah yang diterima setelah bekerja di negeri Kidzania. Pagi hingga siang hari mereka giat melakoni berbagai profesi mulai dari dokter gigi, pengasuh bayi, pembawa bendera di balai kota hingga pembuat roti. Masing-masing dari mereka berhasil mengumpulkan sekitar 100 kidzos, mata uang yang berlaku di KidZania.
Selesai menghitung mereka pun segera berlari menuju mini bank BCA yang lokasinya tak jauh dari tempat mereka berdiri. Tujuannya untuk membuka rekening dan menabung upah hasil kerja keras mereka.
Memasuki mini bank BCA, tanpa ragu mereka berdua menyerahkan kidzos yang sudah berhasil diperoleh. Sementara teller menghitung, mereka berdua memperhatikan dengan cermat. Teller kemudian menyerahkan buku tabungan dan kartu ATM yang dapat langsung digunakan di mini ATM BCA yang tersedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka berdua begitu antusias karena ini merupakan pengalaman baru bagi mereka. Mereka berdua memang sudah memiliki tabungan sendiri. Tapi tidak seperti biasanya, khusus hari ini kedua siswi SDN Ujung Menteng 01 ini dapat menabung secara mandiri di mini bank BCA tanpa bantuan orang tua.
“Sebenarnya setiap bulan saya juga sudah nabung di bank sungguhan. Saya nabung karena bisa untuk beli kebutuhan dan untuk masa depan. Tapi saya juga senang bisa mencoba nabung sendiri di mini bank BCA,” kisah Carissa seusai menabung di mini bank BCA.
Carissa dan Amanda adalah dua dari 1.500 siswa-siswi sekolah dasar negeri binaan Bakti BCA yang diajak BCA untuk berkunjung ke mini bank BCA di KidZania, Pacific Place, Senin (11/8) lalu. Kunjungan ini bertujuan mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya menabung sejak dini.
“Pengenalan bank dan budaya menabung untuk mengumpulkan uang sangat diperlukan agar anak menyadari pentingnya perencanaan keuangan saat mereka dewasa. Ini membantu para siswa mengambil keputusan-keputusan yang berhubungan dengan uang dan produk jasa keuangan, salah satunya tabungan.” terang Inge Setiawati, Sekretaris Perusahaan BCA di tengah kegiatan.
Agar anak-anak lebih mudah mengerti, edukasi dilakukan BCA lewat permainan peran (role-play). Setiap anak diperbolehkan memilih beberapa profesi untuk dilakoni dan memperoleh upah sebanyak-banyaknya untuk kemudian ditabung di mini bank BCA. Melalui cara penyampaian yang lebih ringan ini siswa-siswi diharapkan lebih memahami dapat belajar seluk-beluk perbankan. Seperti misalnya melihat wujud kartu ATM dan buku tabungan, mengetahui tata cara untuk menabung di bank dan mendapatkan kartu ATM, berkomunikasi dengan teller, hingga melakukan transaksi di mesin ATM. Selain itu, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menabung.
“Saya rasa kegiatan ini sangat positif. Tanpa belajar mengelola uang saya rasa uang jajan berapa pun bisa habis begitu saja. Melalui role-play, mereka jadi paham bagaimana cara memperoleh uang dan mengelolanya untuk masa depan,” kata Nita Anggraeni, salah seorang guru di SDN Petamburan 06 yang juga merupakan sekolah binaan Bakti BCA.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(adv/adv)











































