Yunni Indrani, Pengusaha yang mengutamakan Keluarga

Yunni Indrani, Pengusaha yang mengutamakan Keluarga

- detikNews
Senin, 12 Mei 2014 16:00 WIB
Yunni Indrani, Pengusaha yang mengutamakan Keluarga
Jakarta - Mandiri dan tangguh. Inilah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan Yunni Indrani, pemilik JnJ Cafe & Bakery. Orangtuanya sukses menempa Yunni menjadi perempuan yang kuat serta tidak mudah bergantung pada orang lain.

Profesi Yunni bukan hanya pengusaha cafe semata. Dia juga adalah seorang konsultan wirausaha serta dosen. "Saya senang berbagi ilmu dengan orang lain, terutama mengenai entrepreneurship," tutur perempuan kelahiran Jakarta ini.

Keluarga Yunni memang kental darah pedagang. Dahulu orangtuanya mempunyai toko bahan-bahan pokok di daerah Jatinegara, Jakarta Selatan. Untuk menambah uang saku, dia pun berjualan roti di sekeliling tempat usaha keluarganya. Saat itu pun dia bercita-cita kelak akan membuka toko roti.

Selepas kuliah di Kanada, Yunni sempat menjadi karyawan di salah satu bank ternama di Indonesia. Namun karir cemerlang di bank tersebut dilepaskan olehnya setelah mendapat tawaran untuk menjadi sebuah bagian dari lawyer consultant yang banyak menangani klien korporat. Yunni memanfaatkan pengalamannya berkarya di berbagai institusi tersebut untuk memperluas jaringannya. "Networking itu sangat penting dan tidak boleh dilupakan bahwa membangun trust atau kepercayaan orang lain ke kita itu sangat sulit. Jadi jangan disia-siakan," tambahnya.

Pada tahun 2012, Yunni berkesempatan untuk mewujudkan mimpinya membuka toko roti. Secara tidak sengaja, orangtuanya menawarkan sebidang tanah di daerah Kalimalang. Pemiliknya sudah mencoba menjual tanah tersebut selama 6 bulan. Tetapi calon pembeli selalu terbentur masalah pendanaan.

Peluang ini tentu tidak disia-siakan Yunni. Setelah berunding dengan suaminya. dia pun memutuskan untuk membeli tanah tersebut dengan bantuan pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Hanya dalam waktu 5 hari kerja, pinjaman Yunni langsung cair. "Soal masalah kecepatan proses, saya angkat jempol untuk BCA," ujar perempuan beranak tiga ini.

Selain membuka cafe; & bakery di tanah tersebut. Yunni pun memutar otak untuk menjual lahan tersebut kepada pihak-pihak yang akan mendukung bisnisnya. Hanya dalam waktu 3 bulan setelah pembelian, hampir seluruh lahan yang dipasarkan laku terjual dan dalam waktu 6 bulan, Yunni berhasil mengembalikan pinjaman ke BCA.

Yunni akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita masa kecilnya memiliki toko roti yang diberi nama JnJ Bakery. Nama JnJ diambil dari nama ketiga anaknya yaitu Jason, Nicole dan Jeremy. Pada saat pembukaan toko miliknya, hampir seluruh jaringan pertemanannya hadir memberikan dukungan. Yunni memang tidak segan-segan berteman dengan semua kalangan, mulai dari petinggi hingga tukang becak sekali pun.

Dia mengungkapkan, bisnis bakery ini tidak semata memikirkan keuntungan. "Setiap harinya pasti ada roti atau bolu yang diberikan kepada panti asuhan, panti werda, anak jalanan atau orang-orang yang membutuhkan di sekitar cabang JnJ Bakery," tambahnya.

Paduan bisnis dan aksi sosial ini dilakukan di tiga cabang JnJ Bakery yaitu di daerah Kalimalang, Sentul City dan Menara Kuningan. Rata-rata setiap cabang memproduksi 200 hingga 300 roti per harinya, belum termasuk bolu, cake dan tart. Kunci dari kesuksesan bisnis kuliner ini adalah kesegaran bahan yang diolah dan disajikan fresh from the oven kepada konsumen.

Dalam mengatur keuangan, Yunni menggunakan internet banking Klik BCA. Jadi walaupun sering melanglang buana keluar kota dan luar negeri, dia bisa memantau bisnisnya melalui electronic channel. Alhasil, masalah keuangan dapat tertangani dengan baik.

Waktu Yunni yang dihabiskan menjadi dosen, pengusaha serta konsultan wirausaha tidak membuatnya melupakan keluarga. Dia selalu menekankan kepada anak-anaknya agar dapat mandiri dan bertanggung jawab. Dukungan yang besar dari suaminya membuat Yunni semakin percaya diri untuk mengembangkan diri di luar rumah. Keluarganya pun bangga akan pencapaian Yunni yang dapat menyeimbangkan waktu untuk keluarga dan pekerjaan.

Sebagai seorang bos, Yunni selalu menekankan agar menjaga kedekatan dengan anak buah. Dia berupaya memberikan kesempatan serta kepercayaan kepada bawahan. "Tapi tentu kita juga harus turun ke bawah sewaktu-waktu. Bisa dikatakan turn over atau tingkat keluar masuk karyawan di sini relatif rendah," tambahnya.

Selain mengelola bisnis bakery, Yunni juga bergelut di bisnis tambang serta properti. Dia berharap anak-anaknya dapat mengikuti jejak sang ibu menjadi entrepreneur. Jiwa wirausaha juga dia terus tularkan melalui profesinya sebagai dosen serta pembicara di berbagai seminar.

Akhirnya, Yunni berharap perempuan Indonesia dapat meneruskan cita-cita Kartini masa lampau yang berjuang untuk akses pendidikan. "Sekarang jauh berbeda dengan dahulu saat perempuan tidak dituntut untuk mencari nafkah. Kompetisi semakin ketat jadi manfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya. Pakai ilmu Anda berkontribusi dalam masyarakat dan berikan yang terbaik," tegas Yunni.

Yunni juga menekankan agar perempuan Indonesia tidak melulu bergantung pada suami, terutama dari sisi finansial. Dengan demikian jika terjadi sesuatu hal pada suami, istri tetap bisa menghidupi keluarga. Yang pasti perempuan harus cerdik mengatur time management serta quality time dalam berumah tangga dan berkeluarga.

BCA Senantiasa Bersama Anda.


(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads