Senang melihat pria berpakaian rapi dan berpenampilan baik mendorong Viliyanti Efendy untuk berbisinis di bidang fashion terutama pakaian dan aksesoris pria. Memanfaatkan intuisi fashion dan kemampuannya untuk mendesain pakaian, enam bulan lalu, gadis berusia 25 tahun ini merancang sebuah brand clothing pria dengan nama Deux. Artinya βduaβ dalam bahasa Perancis.
Nama yang bergaya ke-Eropaan ini dipilih karena selain desain fashionnya bergaya preppy casual dan classic khas pria-pria Eropa, juga karena seringnya ia memberi promo beli dua gratis satu kepada pelanggannya. Bermodal referensi desain dari internet, majalah fashion hingga pakaian-pakaian pria yang sering dilihatnya, Viliyanti menciptakan sendiri desain-desain untuk beragam koleksi pakaian di Deux. Sementara untuk mempromosikannya ia memanfaatkan beragam media sosial.
βDeux bisa ditemui di Instagram, Twitter, Facebook, Line dengan nama Deux_ID, sedangkan untuk website resmi bisa diakses dari www.deux-ID.com. Sejauh ini memang kita masih belum punya toko fisik dan masih melayani pesanan via media sosial tersebut,β ujar anak ketiga dari 4 bersaudara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi pakaian yang ditawarkan Deux sangat beragam dan pas untuk pria-pria yang senang bergaya preppy. Ada kemeja, vest, blazer, celana hingga aksesoris seperti bow tie, slim tie dan suspender ditawarkan di outlet Deux.
Strategi pemasaran yang memanfaatkan media sosial dan event-event lifestyle bazaar rupanya efektif Pesanan terus datang dan banyak juga pelanggan yang puas dan kembali membeli koleksi-koleksi pakaian tersebut dari Deux. Itu semua diperoleh dengan biaya promosi dan pemasaran yang hampir nol rupiah.
Semakin banyak pelanggan membuatnya juga terus memperhatikan pengembangan di segi pelayanan pelanggan. Seperti salah satunya memilih metode pembayaran yang mudah dan aman bagi pelanggannya. Viliyanti memilih layanan transfer via ATM, salah satunya adalah layanan ATM BCA yang sangat umum digunakan oleh masyarakat.
Setelah pelanggan mentransfer, mengkonfimasi pembayaran, ia langsung memverifikasinya. Kemudia barang dikirimkan dengan jasa kurir. Cara ini dianggapnya lebih aman dan nyaman bagi pelanggan dibanding cash on delivery. Selain itu, lebih mudah baginya yang masih menangani pengembangan brand ini seorang diri.
Modal awal yang ditanamkan memang lumayan besar, namun dengan return yang cukup baik dapat dibilang Deux merupakan start-up brand yang punya prospek bagus. Apalagi melihat fashion dan gaya hidup kini sudah sangat lengket dengan kehidupan masyarakat modern.
Kedepannya Viliyanti berharap dapat mengembagkan Deux lebih besar lagi. Dengan desain yang berbeda, unik dan pelayanan baik terhadap pelanggan, ia yakin Deux dapat berkembang layaknya brand-brand fashion lokal lain yang sudah mapan di industri kreatif nasional
(adv/adv)











































