Inilah Strategi BCA dalam Mengelola Anak Perusahaannya

Inilah Strategi BCA dalam Mengelola Anak Perusahaannya

- detikNews
Senin, 21 Apr 2014 01:00 WIB
Inilah Strategi BCA dalam Mengelola Anak Perusahaannya
Jakarta - Bank dalam melakukan fungsinya memiliki manfaat sekaligus resiko. Bagi Bank, yang memiliki anak perusahaan (grup usaha keuangan) dapat meningkatkan persaingan dan mengurangi biaya. Sementara konsumen pun dimudahkan dengan konsep one stop shopping. Namun resikonya, grup usaha keuangan dapat menyebabkan konflik kepentingan.

Di dalam grup usahakeuangan, ada potensi pengalihan beban antara satu sektor dengan sektor lainnya yang menyebabkan resiko meningkat. Maka itu sangat penting bagi grup usaha keuangan untuk memiliki pengawasan, modal, likuidatas, governance dan manajemen resiko yang kuat. Dengan demikian, manfaat grup usaha keuangan dapat dioptimalkan.

Itulah sekilas isi bahasan Seminar Masa Depan Grup Keuangan Perbankan yang diadakan oleh Majalah Warta Ekonomi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , Senin (14/4). Bertempat di Puri Putri Room - Hotel Grand Sahid Jaya, seminar ini menghadirkan Presiden Direktur BCA – Jahja Setiaatmadja, pengamat perbankan Umar Juro dan A. Prasetyantoko sebagai pembicara.

Sebagai parents company, BCA memiliki enam anak perusahaan yang meliputi: BCA Finance, BCA Syariah, BCA FL – Hong Kong, BCA Sekuritas, CS Finance dan BCA Insurance. BCA menggunakan strategi GRC (Governance – Risk – Compliance) terintegrasi untuk mengawasi anak-anak perusahaannya tersebut.

BCA menggunakan 3 aspek Governance yaitu Structure (menilai kecukupan struktur dan infrastruktur tata kelola bank), Process (menilai efektivitas proses pelaksanaan Good Corporate Governance) dan Outcome (menilai kualitas outcome yang memenuhi harapan stakeholders bank).

Sementara itu, BCA menggunakan strategi Total Football dalam menangani resiko baik material (resiko kredit & resiko operasional) maupun immaterial (resiko pasar, resiko likuiditas, resiko hukum, resiko stratejik, resiko kepatuhan, resiko reputasi). Strategi manajemen resiko BCA menggunakan 3 lapisan pertahanan. Lapisan pertama adalah Regulator, lapisan kedua bagian Risk & Compliance, sementara lapisan ketiga adalah tim Audit.

β€œBanyak yang menganggap resiko itu urusan kantor pusat. Tidak ada kesadaran bahwa ujung tombaknya itu first line of defense – kepala cabang, kepala kasir, dll. Maka kita selalu menekankan pentingnya kesadaran tentang resiko dari ujung tombak. Jangan sampai terlambat sadar hingga resiko itu menjadi ancaman,” jelas Jahja.

Sementara untuk strategi Compliance, BCA memantau area-area seperti peraturan baru/perubahan, produk & aktivitas baru, pelanggaran ketentuan, penerapan anti pencucian uang & pencegahan pendanaan terorisme. Jahja memberikan contoh tentang masalah audit anak perusahaan yang tidak bisa sembarang dilakukan oleh tim audit BCA sebagai induk.

β€œAnak perusahaan adalah entitas bisnis berbeda, sehingga tim audit BCA tidak bisa terjun langsung meski sudah lebih berpengalaman dan berkualitas. Anak perusahaan harus menggelar RUPS terlebih dulu dan mengajukan permohonan tim audit dari pusat. Ini baru sesuai dengan aspek Compliance,” pungkas Jahja.

BCA Senantiasa di Sisi Anda

(adv/adv)


Berita Terkait