Komunitas Pop Up Market 2014 :

Mengintip Kisah Sukses Si Lembut Puyo Silky Dessert

- detikNews
Jumat, 18 Apr 2014 00:00 WIB
Jakarta -

Kreasi beragam jenis makanan penutup atau yang sering disebut dengan dessert kian marak di Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Terutama di kalangan anak muda. Mulai dari bubble drink yang hadir di Indonesia dengan beragam brand, berbagai jenis kreasi es krim, es campur, cake dan masih banyak lagi.

Nah, penggemar dessert terutama yang aktif menggunakan media sosial Instagram pastinya pernah dengar brand yang satu ini, Puyo Silky Dessert. Brand yang hadir sebagai salah satu tenant Pop Up Market 2014 ini menawarkan kreasi baru soft pudding dengan rasa dan tekstur yang lembut serta warna-warni yang memikat.

Kemasannya pun sangat ‘anak muda’ dan membuat Puyo Silky Dessert tampil beda.Tak heran banyak anak muda seketika menjadi penggemarnya. Kepopuleran Puyo dapat terlihat dari banyaknya konsumen yang dengan sukarela merekomendasikan Puyo melalui media sosial mereka seperti Instagram, Path hingga Blogg pribadi. Segerombolan anak muda juga rela jauh-jauh mendatangi booth Puyo Silky Dessert di Living World Alam Sutra dan Gandaria City untuk mencicip kelembutannya.

Nama brand-nya yang begitu catchy memang tidak mencirikan nama Indonesia. Tapi siapa sangka kalau dessert yang tengah populer ini adalah hasil karya anak bangsa. Puyo lahir dari eksperimen iseng-iseng Adrian Christoper Agus (22 tahun) bersama adiknya Eugene Patricia Agus (19 tahun).

“Ide kreasi pudding ini muncul dari ayah kita yang hobi masak. Beliau menciptakan pudding yang setelah dicoba ternyata enak. Akhirnya kita eksperimen terus dan terciptalah Puyo,” kisah Adrian yang sempat menuntut ilmu di Swinburne University, Melbourne.

Duo kakak beradik yang berlatar belakang pendidikan di bidang bisnis dan manajemen ini kemudian mencoba memasarkan soft pudding kreasi mereka ke saudara dekat. Tidak disangka soft pudding kreasi mereka tersebut sukses memikat hati saudara dan kerabat yang mencicipinya. Melihat respon positif, kreasi soft pudding tersebut kemudian dijadikan sebagai peluang mewujudkan cita-cita mereka menjadi wirausahawan.

Juli 2013, saat bulan Ramadhan tiba, Adrian dan Eugene mulai memasarkan kreasi soft pudding-nya dengan nama brand Puyo Silky Dessert lewat Instagram. Salah satu media sosial yang digandrungi remaja masa kini. Pesanan demi pesanan datang dan popularitas Puyo Silky Dessert makin meroket menciptakan fenomena tersendiri.

Pemasaran secara online tentunya memerlukan channel pembayaran yang terpercaya agar pelanggannya tidak ragu memesan. Oleh karena itu Adrian kemudian memanfaatkan pembayaran via transfer ATM dari dua bank yang salah satunya adalah Bank Central Asia, Tbk (BCA). Verifikasi pembayaran dapat dilakukan dengan mudah meskipun pesanan berlimpah berkat layanan SMS Banking. Setiap pembayaran diinformasikan langsung melalui SMS.

Tiga bulan berjualan online melalui Instagram Puyo Silky Dessert sukses besar. Oktober 2013, Adrian kemudian memutuskan untuk menyewa space dan menghadirkan booth Puyo Silky Dessert di Living World Alam Sutra.

Selain pudding dengan aneka rasa seperti taro, strawberry, bubble gum, banana, green tea, mango, hazelnut dan chocolate, yang dijual dengan harga Rp12.500,-, Puyo Silky Dessert menyediakan menu baru yaitu Puyo Silky Drink dengan pilihan rasa blue citrus, iced latte dan milky strawberry. Januari 2013, Adrian kemudian menambah satu lagi booth resmi Puyo Silky Dessert di Gandaria City.

Saat ini beragam varian pudding berwarna-warni ini juga sudah bisa ditemui juga di banyak reseller yang adalah restoran-restoran ternama di kawasan Jakarta Selatan, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Bekasi dan Bandung. Beberapa diantaranya adalah Dapur Ciragil, Newbury Cafe dan masih banyak lagi.

Usaha ini dibangun Adrian dan Eugene dengan modal awal Rp 5.000.000,-, yang hingga kini belum ditambahkan suntikan dana lagi, namun berhasil memberi omzet hampir ratusan juta dari seluruh outlet dan reseller.

Selain kreatifitas dan kepekaan terhadap peluang bisnis, kesuksesan Puyo Silky Dessert boleh dibilang adalah buah ketekunan dari dua bersaudara ini. “Brand asli Indonesia yang memasarkan dessert memang masih sedikit. Karena itu, kami harap kedepannya Puyo Silky Dessert bisa jadi brand dessert dari Indonesia yang tidak kalah lain dengan brand-brand luar seperti Chatime, Gong Cha, Come Buy dan masih banyak lagi,” ujar Adrian menutup pembicaraan. 

(adv/adv)