Corporate Social Responsibility (CSR) tidak selalu merupakan kewajiban perusahaan untuk berkontribusi secara langsung bagi masyarakat dan lingkungan. CSR juga bisa saja berarti Citizenship Social Responsibility atau kewajiban sosial masyarakat. Di era modern ini, masyarakat juga merasa punya kewajiban secara sosial untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), pengelola Alfamart Alfamidi mampu mengakomodir keinginan masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Program Corporate Caused Promotions (CCP) yang juga salah satu bentuk program CSR merupakan jawaban bagi hal tersebut. CCP adalah program yang mengajak masyarakat, dalam hal ini konsumen SAT, untuk berkontribusi pada kegiatan-kegiatan sosial yang diinisiasi oleh perusahaan bekerja sama dengan yayasan kredibel. Program penghimpunan dana konsumen ini sudah dijalankan SAT sejak 2013 dengan nama Pundi Amal.
Salah satu Kegiatan Pundi Amal terbaru bertajuk "Bright Eyes, Bright Future" bekerja sama dengan Yayasan Berani Bhakti Bangsa, sebuah organisasi yang peduli akan kemajuan dan pendidikan anak di Indonesia, diluncurkan pada Senin (07/04) di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, President Director Alfamart Feny Djoko Susanto, Managing Director Alfamidi Velina Yulianti dan Corporate Affairs Director SAT Solihin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program ini melibatkan partisipasi donasi masyarakat melalui jaringan toko Alfamart dan Alfamidi pada 16 Februari - 15 Maret 2014. Donasi yang terkumpul melalui toko Alfamart Rp 1.843.058.887 dan melalui Alfamidi Rp 173.084.497.
Menurut Corporate Affairs Director SAT Solihin, penerima bantuan akan didominasi oleh anak-anak hingga remaja, yakni berusia dari 6 -15 tahun. "Pemeriksaan mata dan pemberian kacamata akan dilaksanakan di beberapa lokasi yakni Panti Asuhan, Wilayah Pasca Bencana Alam, sekolah Tingkat SD-SMP yang tersebar di Indonesia," ungkapnya.
Kesehatan Mata untuk Masa Depan yang Lebih Cerah
Henny R. Witdarmono dari Yayasan Berani Bhakti Bangsa mengatakan kesehatan mata di kalangan anak-anak seringkali luput dari perhatian. Gangguan mata pada anak tidak terdeteksi karena kurangnya kepedulian serta lambatnya respons orang-orang terdekat terhadap kondisi penglihatan anak.
"Ketika memeriksakan mata, baru diketahui bahwa mata sudah tidak dapat bekerja dengan maksimal sehingga membutuhkan bantuan kacamata. Sementara penglihatan berperan penting dalam proses belajar," paparnya.
Sementara menurut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Linda Amalia Sari, terdapat kesulitan tersendiri dalam mendeteksi gangguan penglihatan pada anak, terutama anak usia dini, karena anak usia dini belum mampu mengerti dan mengkomunikasikan gangguan penglihatan yang dialaminya. βOleh karenanya dibutuhkan perhatian orang tua untuk mewaspadai gejala-gejala gangguan mata pada anak. Hal ini penting dilakukan, untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk, sehingga tidak menimpa anak-anak kitaβ pungkasnya.
Kondisi tersebut mendorong PT SAT dan Yayasan Berani Bhakti Bangsa untuk berkontribusi meningkatkan kepedulian pemeriksaan mata, pencegahan kasus baru, hingga penanganan medis gangguan penglihatan.
βButuh peran serta pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pemeriksaan mata. Di sisi lain, pada masyarakat pra-sejahtera pemeriksaan mata sulit dilakukan karena keterbatasan biaya. Hal ini menyebabkan kesehatan mata tidak termasuk dalam prioritas kesehatan. Pada program ini kami memberikan fasilitas pemeriksaan mata, diharapkan dapat membantu menekan angka kasus gangguan penglihatan,β jelas Solihin
Pemeriksaan mata perdana dilakukan di SD Bendungan Hilir 01, 02, 03, Jakarta Pusat. Sekitar 700 siswa di sana telah menjalani pemeriksaan mata. Dari 700 siswa tersebut, hingga Jumat (4/4), ada sekitar 140 siswa yang terdeteksi mengalami gangguan fokus pada matanya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah berpartisipasi melalui donasi di Toko. kami." pungkasnya.
Pada tahun 2013 PT SAT juga menyelenggarakan program serupa dan berhasil melakukan pemeriksaan mata kepada 26.506 anak dan menyalurkan 5.744 buah kacamata.
(adv/adv)











































