PAN: Perlu Nasionalisme Baru Sebagai Landasan Pembangunan Indonesia

PAN: Perlu Nasionalisme Baru Sebagai Landasan Pembangunan Indonesia

- detikNews
Selasa, 08 Apr 2014 07:25 WIB
Jakarta - Konsekuensi dari era globalisasi adalah persaingan antar negara, khususnya di bidang ekonomi akan semakin meningkat. Keterbukaan informasi, peningkatan mobilitas manusia, barang dan jasa lintas batas-batas negara, akan mewarnai pergaulan internasional di masa mendatang.

Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengingatkan perlunya kebersamaan dan ketahanan nasional agar Indonesia tidak sekedar menjadi pasar yang dibanjiri produk negara-negara lain, namun juga mampu meraup manfaat ekonomi dari negara lain.

“Pelarangan impor tak akan lagi efektif karena negara lain juga akan melakukan pelarangan serupa terhadap produk Indonesia”, kata Hatta Rajasa, “Demikian pula investor kita akan mengalami hambata jika kita juga mempersulit investor negara lain”. Untuk mengatasinya, Indonesia perlu lebih kreatif dan inovatif dalam merumuskan kebijakan yang dapat memperkuat daya saing Indonesia tanpa harus tampil menyudutkan negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kiat yang digagas Hatta Rajasa adalah memperbarui semangat kebangsaan Indonesia, yaitu kebanggaan dan keberpihakan terhadap produk buatan Indonesia. “Kita tidak melarang impor Jeruk dari Tiongkok, Durian dari Thailand dan Pisang dari Filipina. Namun apabila kita semua memilih untuk beli Jeruk Pontianak, Durian Medan dan Pisang Lumajang, maka industri pertanian kita akan tetap kuat dan maju”, demikian penjelasan Hatta. Nasionalisme baru sangat dibutuhkan sebagai perisai Indonesia untuk menghadapi gencarnya arus globalisasi.

Lebih lanjut Hatta menegaskan perlunya pengembangan industri dalam negeri agar mampu menyajikan pilihan alternatif yang inovatif, berkualitas baik serta dipasarkan secara modern, baik bagi pasar domestik maupun pasar internasional. Hatta menegaskan, “Dengan demikian, keterbukaan akses pasar akan dapat pula dimanfaatkan oleh pengusahan Indonesia untuk menembus pasar negara-negara lain”.



(adv/adv)


Berita Terkait