Setoran Dividen PGN Naik Dibanding Tahun Sebelumnya

Setoran Dividen PGN Naik Dibanding Tahun Sebelumnya

- detikNews
Sabtu, 29 Mar 2014 01:00 WIB
Setoran Dividen PGN Naik Dibanding Tahun Sebelumnya
Jakarta -

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Kamis, 27/3/2014 memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2013 sebesar Rp 5,1 triliun atau Rp 210 per saham. Nilai dividen PGN tahun ini lebih besar daripada tahun buku 2012 sebesar Rp 4,9 triliun atau sebesar Rp 202 per saham.

Dengan keputusan ini, pemerintah sebagai pemegang saham 56,97 %, akan menerima setoran dividen dari PGN sebesar Rp 2,9 triliun, meningkat daripada tahun buku 2012 sebesar Rp 2,8 triliun. Selain memberikan dividen yang semakin besar, pada tahun 2013 PGN juga membayarkan pajak kepada pemerintah sebesar US$ 231 juta. Sementara dengan harga saham PGN saat ini di Rp 5,025 per saham (26/3), nilai saham pemerintah di PGN mencapai Rp 69,4 triliun.

RUPS juga menetapkan susunan komisaris dan direksi perseroan. Sesuai keputusan pemegang saham, terjadi perubahan di jajaran komisaris yaitu Edy Hermantoro menggantikan Kiagus Ahmad Badaruddin. Berikut susunan Komisaris dan Direksi PGN berdasarkan RUPS Tahun 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KOMISARIS

Komisaris Utama : Bayu Krisnamurthi

Komisaris : Edy Hermantoro

Komisaris : Muhammad Zamkhani

Komisaris (Independen) : Widya Purnama

Komisaris (Independen) : Pudja Sunasa

Komisaris :Firmanzah

DIREKSI

Direktur Utama : Hendi Prio Santoso

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko : M. Wahid Sutopo

Direktur Pengusahaan : Jobi Triananda Hasjim

Direktur Teknologi dan Pengembangan : Djoko Saputro

Direktur Keuangan : M. Riza Pahlevi Tabrani

Direktur SDM dan Umum : Hendi Kusnadi

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan; "Tahun 2013 merupakan momentum penting bagi PGN dalam upaya memperkuat posisi sebagai perusahaan energi kelas dunia. Selain terus membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi di dalam negeri, PGN juga mulai berinvestasi ke sektor hulu migas. Langkah ini merupakan upaya PGN untuk memastikan bahwa pasokan gas bumi akan terus meningkat dan digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia."

Sepanjang tahun 2013, kinerja PGN tetap solid dan mengalami pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Secara finansial, PGN meraih total pendapatan sebesar US$ 3 miliar atau tumbuh 16% daripada tahun 2012 senilai US$ 2,5 miliar. Aset PGN juga tumbuh dari US$ 3,9 miliar (2012) menjadi US$ 4,3 miliar. Sedangkan ekuitas PGN melonjak dari US$ 2,3 miliar menjadi US$ 2,7 miliar.

Secara operasional, kegiatan usaha distribusi PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebanyak 827 MMSCFD, meningkat daripada tahun 2012 sebanyak 807 MMSCFD. Di bisnis transmisi, melalui anak perusahaan yaitu PT Transportasi Gas Indonesia, gas yang disalurkan turun tipis dari 877 MMSCFD ke 854 MMSCFD di tahun 2013. Penurunan gas oleh usaha transmisi ini disebabkan oleh berhentinya penyaluran gas ke PLN Medan akibat ketiadaan pasokan gas dan penurunan penyerapan gas oleh oftaker Singapura.

Hendi menjelaskan, gas yang disalurkan PGN terbukti telah memberikan banyak manfaat kepada sektor usaha dan perekonomian Indonesia. Sebagai contoh, usaha distribusi gas PGN menyalurkan gas bumi sebanyak 827 MMSCFD atau setara 145 ribu barel minyak per hari ke sektor industri, komersial, UMKM dan rumah tangga, maka nilai penghematan yang dihasilkan dengan menggunakan gas bumi mencapai sekitar Rp 55 triliun per tahun dibandingkan dengan menggunakan minyak.

โ€œDengan biaya energi yang lebih hemat dan ramah lingkungan, tentunya sektor usaha akan memiliki daya saing yang tinggi dan menciptakan multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia. Karena itu sebagai BUMN, PGN akan terus mendukung dan mewujudkan program konversi energi ke gas bumi melalui pembangunan infrastruktur gas bumi terintegrasi di berbagai wilayah di Indonesia,โ€ jelas Hendi.

Sebagai upaya untuk mempercepat pemanfaatan gas bumi di Indonesia, pada tahun 2014 PGN telah menyiapkan investasi untuk membangun infrastruktur gas bumi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari sektor industri, komersial, UMKM dan rumah tangga.

Berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang akan dibangun PGN tahun ini diantaranya adalah : proyek infrastruktur gas bumi terintegrasi yaitu pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) tahap I dan pipa distribusi Jawa Tengah;Pembangunan sambungan gas rumah tangga dalam rangka program PGN Sayang Ibu hingga sebanyak 1 juta sambungan, serta pembangunan 16 SPBG dan MRU di Indonesia. Adapun FSRU Lampung akan beroperasi sekitar pertengahan tahun 2014.

Direktur Keuangan PGN, Riza Pahlevi mengatakan, tahun ini PGN telah menyiapkan anggaran untuk pengembangan usaha mencapai sekitar US$ 1,25 miliar. Sebanyak US$ 200 juta digunakan untuk membangun infrastruktur gas bumi terintegrasi senilai US$ 200 juta, US$ 400 juta untuk bisnis di sektor LNG dan US$ 650 juta untuk investasi di sektor hulu.

"Dengan fundamental yang sangat solid, PGN memiliki ruang yang cukup leluasa untuk membiayai ekspansi bisnis. Kerena itu kami akan terus memaksimalkan setiap peluang untuk mendorong percepatan pemanfaatan gas bumi di berbagai segmen pelanggan," ujar Riza.

(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads