Pagi-pagi Hamid (66) sudah berangkat dari rumahnya di daerah Kalisuren - Parung ditemani putri bungsunya Nana (23) ke Klinik Nur Hikmah, Jl. Raya Parung - Bogor. Dengan sabar mereka menunggu giliran dipanggil untuk masuk ke ruang operasi. Hamid akan menjalani operasi katarak pada mata kanannya.
“Saya ingin sekali melihat wajah cucu saya,” ucapnya lirih. Cucu pertama dari putri sulungnya itu sekarang berusia 1,5 tahun. Masa-masa dimana seorang balita terlihat begitu menggemaskan. Namun Hamid hanya bisa menyentuhnya. Sebagai kakek, dia tidak dapat mengagumi manisnya wajah sang cucu maupun mengajaknya bermain.
Katarak telah menjadi penghalang Hamid dalam beraktivitas sehari-hari sejak 5 tahun lalu. Awalnya mata kiri Hamid yang lebih dulu tertutup selaput katarak. Kemudian penglihatan Hamid benar-benar hilang ketika katarak juga menyerang mata kanannya kurang lebih 1 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dulu saat masih sehat, Hamid bekerja sebagai mekanik di bengkel motor. Namun sejak menderita katarak, dia tidak bisa bekerja lagi. Sehari-hari ayah dua putri ini hanya bisa berdiam diri di rumah. Beruntung Hamid tidak perlu mengeluarkan biaya sedikit pun untuk operasi katarak ini.
Dia merupakan salah satu pasien yang beruntung mendapatkan kesempatan operasi katarak gratis dari BCA. “Kebetulan saya sering lewat depan Klinik Nur Hikmah. Saat lihat spanduknya, saya coba daftar. Saya berharap setelah dioperasi, Bapak bisa melihat lagi dan beraktivitas seperti biasa,” ujar Nana.
Dalam rangka ulang tahun BCA yang ke-57, Bakti BCA bekerjasama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak - Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK – Perdami), BCA menggelar operasi katarak gratis untuk 50 anggota masyarakat kurang mampu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Operasi diadakan selama 2 hari, yakni 25 – 26 Februari 2014.
“BCA berharap pelaksanaan operasi katarak ini dapat mengembalikan penglihatan para penderita sehingga dapat kembali beraktivitas dan tidak lagi bergantung pada orang lain,” kata Inge Setiawati, Sekretaris Perusahaan BCA. Operasi dilakukan di Klinik Nur Hikmah dan melibatkan 4 dokter spesialis mata dari SPBK – Perdami.

Operasi dilakukan dengan mikroskop dan mesin fako emulsifikasi yang memanfaatkan getaran ultrasonik untuk menghancurkan selaput katarak. Dokter melakukan pembedahan untuk mengeluarkan lensa mata yang keruh melalui sayatan sebesar 3 mm. Kemudian diganti dengan lensa tanam buatan. Lensa lipat diinjeksi dan akan berkembang di dalam.
dr. Rezaldi Pratama, Sp.M menjelaskan, “Mata ini ibarat lampu. Operasi hanya mengganti bohlamnya (lensa). Tapi kalau kabel dan listriknya (tensi/gula darah) tidak stabil, maka penglihatannya kurang bisa terang.” Maka ia menyarankan pasien untuk banyak minum air putih, berhenti merokok dan minum alkohol serta tidur cukup agar metabolisme lensa terjaga.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(adv/adv)











































