Keterbatasan biaya membuat penderita katarak yang berasal dari ekonomi kurang mampu memilih tidak melakukan operasi. Mereka kemudian mencoba pengobatan alternatif atau obat-obatan lain yang dapat dibeli dengan bebas. Padahal, tidak ada jalan lain untuk menyembuhkan katarak kecuali operasi. Jika katarak didiamkan maka penderitanya akan kehilangan penglihatan.
Untuk membantu penderita katarak mendapatkan penglihatannya kembali dan beraktivitas seperti dulu, BCA melalui kegiatan sosial BAKTI BCA menggelar operasi gratis di Klinik Nur Hikmah, Parung – Bogor pada 25-26 Februari 2014. Operasi ini merupakan salah satu kegiatan CSR yang dilakukan BCA dalam rangka HUT BCA ke-57.
Bakti BCA kembali bekerjasama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak - Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK – Perdami) dalam penyelenggaraan operasi. Namun ini pertama kalinya Bakti BCA bekerjasama dengan Klinik Nur Hikmah. Dikarenakan BCA memiliki 1 kantor kas di Parung maka koordinasi penyelenggaraan operasi ini berada di bawah koordinasi BCA Cabang Blok A Cipete.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Operasi katarak tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Harus di ruang operasi yang steril. Berbeda dengan baksos-baksos di bidang kesehatan lainnya. Kebetulan kita punya dua ruang operasi khusus mata. Kami juga sudah sering bekerjasama dengan Perdami. Maka kami senang kali ini bisa bekerjasama dengan Bakti BCA,” jelas Ratu Naila Muna, co-owner Klinik Nur Hikmah.
Menurut Ratu, pendaftar operasi datang tidak hanya dari wilayah Parung saja namun dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Sebanyak 50 pasien dari kalangan kurang mampu diterima untuk menjalani operasi katarak gratis dari BCA.

Menurut dr. Rezaldi Pratama, Sp.M., penyelenggaraan operasi kali ini sekaligus menjadi kesempatan SPBK - Perdami untuk sosialisasi. “Banyak masyarakat yang melirik ‘bebas katarak tanpa operasi’. Perlu disosialisasikan bahwa katarak adalah kebutaan yang dapat disembuhkan dengan operasi. Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan katarak selain dengan operasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Rezaldi menjelaskan bahwa operasi katarak ini menggunakan mesin fako emulsifikasi dimana luka sayatan yang dibuat kurang dari 3 mm, tanpa jahitan. Lensa mata yang keruh dikeluarkan dan diganti dengan lensa tanam buatan. Lensa lipat diinjeksi dan akan berkembang di dalam.
Lama operasi bervariasi, 15-30 menit tergantung kerasnya lensa dan kerjasama pasien. Kelebihan lainnya adalah jika menggunakan metode operasi dulu (luka sayatan 6 mm), pasien dilarang sujud atau mengangkat berat lebih dari 20 kg. Namun dengan metode operasi sekarang, pasien hanya perlu menjaga area mata tidak terkena air selama 2 minggu.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(adv/adv)











































