Ini Alasan Pertamina Akuisisi 2 Blok Migas di Luar Negeri

Ini Alasan Pertamina Akuisisi 2 Blok Migas di Luar Negeri

- detikNews
Minggu, 02 Mar 2014 08:45 WIB
Ini Alasan Pertamina Akuisisi 2 Blok Migas di Luar Negeri
Jakarta - Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan energi di tanah air, pada tahun 2013 lalu PT. Pertamina (Persero) melakukan sebuah langkah strategis yang cukup fenomenal, akusisi blok-blok migas. Tidak kurang 5 blok migas di dalam dan luar negeri berhasil diakusisi, termasuk di antaranya penuntasan akuisisi blok 405A di Aljazair dan Blok West Qurna 1 di Irak.

Padahal, upaya peningkatkan produksi migas, telah berhasil dilakukan oleh PT. Pertamina (Persero) selama lima tahun terakhir. Tahun 2013, Pertamina sukses menaikkan produksi minyaknya ke 202 barel per hari dan gas sebanyak 1.528 mmscfd. Sebagai hasil dari penggiatan eksplorasi, di tahun 2013 lalu, Pertamina juga telah berhasil menyumbang cadangan sebanyak 237,31 juta barel setara minyak.

Lalu mengapa PT. Pertamina (Persero) masih perlu mengakuisisi dua blok migas di Aljazair dan Irak?

Kebutuhan Minyak Nasional Meningkat

Minimnya sarana transportasi umum yang memadai di kota-kota besar berakibat pada meledaknya populasi kendaraan pribadi di Indonesia. Mobil-mobil pribadi dan sepeda motor makin menjamur memadati jalan.

Pada tahun 2013 lalu, jumlah penjualan mobil pribadi di Indonesia sudah mencapai angka 1,2 juta unit, melampaui Thailand. Jumlah penjualan sepeda motor, jelas lebih tinggi lagi. Pada tahun 2013, total populasi kendaraan di Indonesia telah mencapai angka 94,22 juta unit.

Meski menggambarkan pertumbuhan di sektor ekonomi, di lain sisi keadaan ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang haus energi, terutama minyak. Bayangkan saja, ada 94,22 juta unit kendaraan yang setiap harinya memerlukan bahan bakar minyak. Belum lagi, kebutuhan energi rumah tangga seperti minyak tanah dan elpiji.

Kebutuhan Minyak Nasional Meningkat

Minimnya sarana transportasi umum yang memadai di kota-kota besar berakibat pada meledaknya populasi kendaraan pribadi di Indonesia. Mobil-mobil pribadi dan sepeda motor makin menjamur memadati jalan.

Pada tahun 2013 lalu, jumlah penjualan mobil pribadi di Indonesia sudah mencapai angka 1,2 juta unit, melampaui Thailand. Jumlah penjualan sepeda motor, jelas lebih tinggi lagi. Pada tahun 2013, total populasi kendaraan di Indonesia telah mencapai angka 94,22 juta unit.

Meski menggambarkan pertumbuhan di sektor ekonomi, di lain sisi keadaan ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang haus energi, terutama minyak. Bayangkan saja, ada 94,22 juta unit kendaraan yang setiap harinya memerlukan bahan bakar minyak. Belum lagi, kebutuhan energi rumah tangga seperti minyak tanah dan elpiji.

Cadangan Minyak Nasional Makin Terbatas

Langkah ekspansi ke Aljazair dan Irak, diambil oleh Pertamina dengan pertimbangan bahwa Indonesia bukan lagi negara yang kaya minyak. Cadangan minyak yang dapat diproduksi di dalam negeri kini hanya sekitar 3,7 miliar barel dengan produksi yang terus menurun. Tahun 2013 jumlah produksi minyak hanya mencapai 824.000 barel per hari. Peningkatan produksi yang berhasil dilakukan PT. Pertamina (Persero) rupa-rupanya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional.

Beberapa faktor yang menyebabkan ketersediaan minyak terus menipis antara lain adalah lesunya kegiatan eksplorasi migas di dalam negeri. Jumlah kebutuhan energi terus meningkat, sementara migas adalah energi yang tidak terbarukan. Pemanfaatan yang kurang bijaksana akan berakibat pada kelangkaan jenis energi ini di masa mendatang. Ingat, Indonesia bukan negara kaya minyak.

Cadangan Minyak Nasional Makin Terbatas

Langkah ekspansi ke Aljazair dan Irak, diambil oleh Pertamina dengan pertimbangan bahwa Indonesia bukan lagi negara yang kaya minyak. Cadangan minyak yang dapat diproduksi di dalam negeri kini hanya sekitar 3,7 miliar barel dengan produksi yang terus menurun. Tahun 2013 jumlah produksi minyak hanya mencapai 824.000 barel per hari. Peningkatan produksi yang berhasil dilakukan PT. Pertamina (Persero) rupa-rupanya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional.

Beberapa faktor yang menyebabkan ketersediaan minyak terus menipis antara lain adalah lesunya kegiatan eksplorasi migas di dalam negeri. Jumlah kebutuhan energi terus meningkat, sementara migas adalah energi yang tidak terbarukan. Pemanfaatan yang kurang bijaksana akan berakibat pada kelangkaan jenis energi ini di masa mendatang. Ingat, Indonesia bukan negara kaya minyak.

Impor Minyak Menghabiskan Banyak Dana

Demi memenuhi kebutuhan minyak nasional, saat ini Indonesia mengandalkan impor minyak dari luar negeri. Meski dapat menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan minyak nasional, impor minyak menyedot banyakdana. Data BPS menyebutkan, tahun 2013 lalu total impor minyak dan produk minyak ke Indonesia menyedot dana sekitar US$ 14,40 Miliar.

Ini jelas membahayakan neraca perdagangan negara. Oleh karena itu, PT. Pertamina (Persero) memilih mengakuisisi blok-blok migas di Aljazair dan Irak yang sudah barang tentu akan memberi jaminan bagi pasokan minyak tanah air. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menghindari meningkatnya ketergantungan terhadap impor, yang dapat membahayakan ketahanan energi nasional. Dengan langkah akuisisi, Pertamina dapat membawa hasil produksinya ke dalam negeri. Baru-baru ini, Pertamina melakukan lifting perdana sebanyak 600.000 barel minyak dari Aljazair.

Impor Minyak Menghabiskan Banyak Dana

Demi memenuhi kebutuhan minyak nasional, saat ini Indonesia mengandalkan impor minyak dari luar negeri. Meski dapat menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan minyak nasional, impor minyak menyedot banyakdana. Data BPS menyebutkan, tahun 2013 lalu total impor minyak dan produk minyak ke Indonesia menyedot dana sekitar US$ 14,40 Miliar.

Ini jelas membahayakan neraca perdagangan negara. Oleh karena itu, PT. Pertamina (Persero) memilih mengakuisisi blok-blok migas di Aljazair dan Irak yang sudah barang tentu akan memberi jaminan bagi pasokan minyak tanah air. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menghindari meningkatnya ketergantungan terhadap impor, yang dapat membahayakan ketahanan energi nasional. Dengan langkah akuisisi, Pertamina dapat membawa hasil produksinya ke dalam negeri. Baru-baru ini, Pertamina melakukan lifting perdana sebanyak 600.000 barel minyak dari Aljazair.

Aljazair dan Irak Punya Cadangan Minyak Melimpah

Irak dan Aljazair merupakan negara dengan kandungan sumber daya migas cukup besar di dunia. Selain memberi jaminan pasokan migas yang memadai bagi Indonesia, besarnya sumber daya migas di dua negara sahabat tersebut dapat memberi jaminan keamanan investasi bagi PT. Pertamina (Persero). Langkah strategis Pertaminamengakuisisi dua blok minyak di Aljazair dan Irak ini juga sebagai bagian dari upaya mencapai target produksi 2,2 juta boepd pada 2025.

Aljazair dan Irak Punya Cadangan Minyak Melimpah

Irak dan Aljazair merupakan negara dengan kandungan sumber daya migas cukup besar di dunia. Selain memberi jaminan pasokan migas yang memadai bagi Indonesia, besarnya sumber daya migas di dua negara sahabat tersebut dapat memberi jaminan keamanan investasi bagi PT. Pertamina (Persero). Langkah strategis Pertaminamengakuisisi dua blok minyak di Aljazair dan Irak ini juga sebagai bagian dari upaya mencapai target produksi 2,2 juta boepd pada 2025.

Bukti Kemampuan Anak Bangsa

PT. Pertamina (Persero) telah berhasil mendorong kinerja perusahaannya di dalam negeri seperti meningkatkan produksi Blok ONWJ menjadi 40.000 barel per hari, dari jumlah 22.000 barel per hari. Kemudian produksi minyak di Blok WMO naik dari 9.000 barel per hari menjadi 38.000 barel per hari. Begitu juga dengan Pertamina EP yang berhasil mendulang produksi minyak di atas 120.000 barel per hari.

Pertamina PHE ONWJ juga sukses melaksanakan proyek LIMA Subsidence Remediation, yaitu mengangkat tiga platform, tiga bridge, satu flare, dan tujuh struktur setinggi 4 meter yang merupakan pertama kali di dunia. Kiprah Pertamina mengelola blok 405A di Aljazair dan partisipasi pada blok West Qurna 1 di Irak juga sekaligus menjadi bukti kemampuan anak bangsa di bidang industri yang sarat modal dan teknologi ini. Saatnya Pertamina membuktikan tidak sekadar Jago Kandang!

Bukti Kemampuan Anak Bangsa

PT. Pertamina (Persero) telah berhasil mendorong kinerja perusahaannya di dalam negeri seperti meningkatkan produksi Blok ONWJ menjadi 40.000 barel per hari, dari jumlah 22.000 barel per hari. Kemudian produksi minyak di Blok WMO naik dari 9.000 barel per hari menjadi 38.000 barel per hari. Begitu juga dengan Pertamina EP yang berhasil mendulang produksi minyak di atas 120.000 barel per hari.

Pertamina PHE ONWJ juga sukses melaksanakan proyek LIMA Subsidence Remediation, yaitu mengangkat tiga platform, tiga bridge, satu flare, dan tujuh struktur setinggi 4 meter yang merupakan pertama kali di dunia. Kiprah Pertamina mengelola blok 405A di Aljazair dan partisipasi pada blok West Qurna 1 di Irak juga sekaligus menjadi bukti kemampuan anak bangsa di bidang industri yang sarat modal dan teknologi ini. Saatnya Pertamina membuktikan tidak sekadar Jago Kandang!
Halaman 2 dari 12
(adv/adv)


Berita Terkait