Makin Sering Berhenti Jalan, Mesin Makin Cepat Aus

Makin Sering Berhenti Jalan, Mesin Makin Cepat Aus

Advertorial - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2014 01:00 WIB
Makin Sering Berhenti Jalan, Mesin Makin Cepat Aus
Jakarta - Kini, pengemudi semakin sering melakukan berhenti dan kembali berjalan ketika macet ataupun karena banyaknya trip yang ditempuh setiap harinya. Perhatikan saja saat kita mengemudi ke kantor, berapa kali mobil kita harus melakukan berhenti dan kembali berjalan. Misalnya karena lampu merah, memberi jalan bagi kendaraan lain, jalan yang rusak, orang menyeberang, dan lain-lain. Apalagi saat macet, kita menjadi semakin sering harus melakukan berhenti dan kembali jalan. Hal tersebut bisa menjadi ancaman baru bagi mesin Anda.

Setiap kali pengemudi mengalami berhenti-jalan, risiko terkikisnya bagian penting mesin akan meningkat. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan keausan mesin. Sebagai solusi inovatif, salah satu dari pabrikan oli mesin terkemuka dunia, Castrol meluncurkan produk Castrol MAGNATEC STOP-START untuk masalah mengemudi berhenti-jalan.

Hasil riset Castrol dan Tomtom, penyedia layanan navigasi dunia, menghasilkan stop-start index yang menyoroti gejala meningkatnya mengemudi berhenti-jalan. Riset tersebut menemukan bahwa seorang pengemudi biasa dapat mengalami rata-rata mengemudi berhenti-jalan sebanyak 18.000 kali setiap tahunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, Jakarta dan Surabaya masuk peringkat 10 besar dengan jumlah rata-rata berhenti-jalan terbanyak dari 50 kota di dunia. Jakarta dengan 28.080 kali berhenti-jalan (hampir dua kali lipat rata-rata pengemudi yaitu 18.000 kali berhenti) dan Surabaya dengan 24.360 kali berhenti-jalan.

Gareth Bracchi, tenaga ahli di Pusat Teknologi Castrol menjelaskan: “Tidak hanya buruk pada sang pengemudi, berhenti dan berjalan atau diam di lalu lintas sibuk juga memberikan dampak buruk pada mesin. Pada kondisi diam, stres pada beberapa bagian penting mesin dapat mencapai hingga 66% lebih besar daripada pada kondisi di jalan terbuka. Kemudian, dari bagian penting mesin ini, partikel metal akan terkikis dan keausan ini terjadi pada mesin-mesin di seluruh dunia.

Self-Healing Layer

Castrol MAGNATEC STOP-START telah dikembangkan secara khusus untuk memberikan perlindungan lebih terhadap keausan akibat mengemudi berhenti-jalan. Produk inovatif terbaru ini merupakan hasil dari pengembangan bertahun-tahun oleh para ilmuwan dan tenaga ahli di berbagai pusat teknologi Castrol di seluruh dunia.

Castrol MAGNATEC STOP-START memiliki molekul pintar yang melekat pada bagian penting mesin. Selain itu, molekul ini mampu membentuk lapisan perlindungan self-healing. Dari hasil kerja sama dengan universitas terkemuka dunia, ilmuwan Castrol menemukan bahwa jika molekul-molekul ini terlepas saat melindungi mesin dari keausan akibat mengemudi berhenti-jalan, molekul lainnya akan langsung memperbaiki lapisan perlindungannya ke kondisi semula.

Untuk membuktikan keunggulan dari produk ini, Castrol menggunakan tes mesin industri terbaru. Tes ini menyimulasikan suasana mengemudi saat ini, termasuk tahapan diam dan berhenti-jalan yang seringkali terjadi. Semua formulasi yang dikembangkan untuk Castrol MAGNATEC STOP-START memberikan perlindungan 20 persen lebih baik terhadap kondisi mengemudi berhenti-jalan di atas ketatnya batas tes industri.

(adv/adv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait