Rayakan Hari Jadi ke-4, UNIMA Bersama BCA Ajak Generasi Muda Mengenal Wayang

Rayakan Hari Jadi ke-4, UNIMA Bersama BCA Ajak Generasi Muda Mengenal Wayang

Advertorial - detikNews
Jumat, 03 Jan 2014 22:11 WIB
Rayakan Hari Jadi ke-4, UNIMA Bersama BCA Ajak Generasi Muda Mengenal Wayang
Jakarta - Wayang merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Selain karena merupakan mahakarya yang memiliki keunikan tersendiri, wayang juga mengandung nilai-nilai keluhuran dan kearifan lokal Indonesia yang khas. Sangat sayang apabila kesenian luhur ini harus luntur dan dilupakan karena generasi muda tidak memiliki ketertarikan terhadap wayang.

Oleh karena itu, dalam rangka peringatan hari jadinya yang ke-4, Union Internationale de Marionette (UNIMA) Indonesia bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA), mengajak generasi muda Indonesia untuk mengenal kesenian tradisional wayang dengan lebih dalam pada Sabtu (21/12) lalu di Teater Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah.

“Krisis wayang terletak pada krisis penontonnya, terutama generasi muda. Acara ini lahir dari keprihatinan UNIMA Indonesia terhadap minimnya generasi muda Indonesia yang mengenal dan mencintai wayang. Harapannya setelah ini mereka punya keinginan menjaga warisan budaya Indonesia ini,” kata TA Samodra Sriwidjaja, Presiden UNIMA Indonesia.

Acara tersebut mengundang mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari Universitas Indonesia, Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid, Universitas Mercubuana, Bina Sarana Informatika (BSI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Multimedia Nusantara dan alumni Gerakan Mahasiswa Indonesia untuk mengikuti sarasehan mengenai pewayangan Indonesia.

Sebagai narasumber dihadirkan pembicara-pembicara yang handal di bidang kebudayaan seperti Prof. Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, DR. Muhammad AS Hikam, Pengajar di President University, serta Dwi Woro Mastuti, Pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia sebagai moderator.

Tak hanya sarasehan, pada perayaan hari jadi UNIMA tersebut mahasiswa-mahasiswi bersama tamu undangan yang hadir dihibur dengan pertunjukan wayang. Kali ini yang hadir bukan wayang biasa melainkan kelompok Wayang Kampung Sebelah, yang menyebut diri mereka sebagai wayang bergenre alternatif karena menceritakan tentang isu-isu terhangat di masa kini.

Sore hari itu dalang Ki Jlitheng Suparman dan kelompok Wayang Kampung Sebelah membawakan lakon berjudul “Mawas Diri Menakar Berani”. Kisahnya tentang desa Bangunjiwo, perlambangan negeri ini, yang warganya tengah mempersiapkan diri untuk memilih seorang pemimpin untuk mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan sejahtera.

Sentilan-sentilan kocak tentang kondisi politik dan tingkah polah masyarakat serta para elit politik disampaikan melalui tokoh-tokoh dalam lakon tersebut. Pertunjukkan dikemas dengan modern menggunakan bahasa sehari-hari dan ditemani lagu-lagu yang berlirik sindiran. Para penonton pun tak dapat menahan tawa menyaksikan pertunjukkan wayang ini.

Keikutsertaan BCA dalam perayaan hari jadi UNIMA Indonesia kali ini merupakan bentuk komitmen dalam pelestarian kesenian tradisional wayang. Selain itu bentuk dukungan ini sejalan dengan program Bakti BCA di bidang kebudayaan yang telah mendukung pelestarian wayang sejak tahun 2012 lalu.

“BCA mempunyai tujuan yang sama dengan UNIMA yaitu ingin memperkenalkan wayang Indonesia kepada masyarakat luas, bukan hanya Indonesia tapi juga masyarakat dunia akan potensi, keindahan dan betapa berharganya kesenian wayang,” ujar Cyrillus Harinowo, Komisaris BCA yang turut hadir pada kesempatan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelestarian kesenian tradisional wayang, sebelumnya BCA juga telah ikut berpartisipasi dalam Bali Puppetry Festival & Seminar yang menghadirkan wayang dari berbagai negara dan Wayang World Puppet Carnival 2013 yang bertaraf Internasional.

“Kita tahu bahwa dalam program televisi dan media lainnya, porsi perhatian terhadap seni budaya tradisional ini kurang, karena itu generasi muda lebih paham budaya pop. Padahal nilai-nilai yang terkandung di dalamnya (kesenian tradisional) sangat luhur. Saya rasa usaha BCA untuk mendukung wayang ini sangat strategis,” lanjut Cyrillus.

Konsistensi BCA dalam mendukung kesenian ini juga ditunjukkan BCA dengan dukungannya terhadap pertunjukkan wayang Sim Djin Kwie pada. Selain itu juga melalui penyelenggaraan pameran dan perlombaan fotografi bertajuk World of Wayang yang diikuti lebih dari 700 peserta pada ulang tahunnya yang ke-56.

BCA Senantiasa di Sisi Anda

(adv/adv)


Berita Terkait