Potensi dan Prediksi Ekonomi Indonesia di Tahun 2014

Indonesia Knowledge Forum II-2013

Potensi dan Prediksi Ekonomi Indonesia di Tahun 2014

Advertorial - detikNews
Senin, 30 Des 2013 16:00 WIB
Potensi dan Prediksi Ekonomi Indonesia di Tahun 2014
Jakarta - Sepanjang tahun 2013, banyak peristiwa mewarnai dinamika perekonomian Indonesia.Kenaikan BI Rate, harga emas yang sempat anjlok mencapai titik terendahnya, menguatnya Dollar AS dan masih banyak lagi. Namun di tengah-tengah gejolak tersebut, ada sinyal positif dari pertumbuhan bisnis e-commerce dan pariwisata.

Kreativitas dan inovasi para pelaku usaha berhasil menciptakan peluang bisnis menjanjikan yang menyejahterakan orang-orang di dalamnya. Kisah sukses jaringan Hotel Santika serta Hotel Amaris merupakan salah satu contohnya. Direktur PT. Grahawita Santika – Rudi Setiawan yang hadir sebagai pembicara dalam Indonesia Knowledge Forum II - 2013 berbagi cerita mengenai konsep awal Hotel Amaris sebagai smart hotel.

Dulu banyak orang menghindari berbisnis di segmen smart hotel karena citra hotel yang rate-nya terjangkau erat dengan hiburan malam atau prostitusi. Namun PT Grahawita Santika berani masuk kesegmen tersebut dan berhasil menghapus citra negatif tentang hotel ‘murah’. Melalui perencanaan dan strategi yang matang, Hotel Amaris kini terkenal di dunia smart hotel dan menjadi pilihan banyak orang untukmenginap.

Menurut Rudi, industri perhotelan masih menjadi peluang bisnis menarik dan menguntungkan untuk jangka panjang terutama di kota-kota yang memiliki jenis usaha dan bisnis heterogen. Dengandemikian, bisnis terus berputar dan kotatersebutpun menjadi hidup karena perekonomian terus berjalan.

Selain Rudi, pengamat ekonomi Faisal Basri dan Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Raden Pardede juga hadir sebagai pembicara. Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan mencapai 6%, meningkat dibanding tahun ini. Selain itu, dari segi Foreign Direct Investment (FDI), angka yang masuk pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menandakan masih banyak investasi asing yang masuk ke Indonesia.Berbagai agensi dunia pun masih memberikan outlook stabil untuk rating Indonesia.Pemilu yang akan dilaksanakan tahun depan pun tidak akan membawa pengaruh negatif ke perekonomian Indonesia. Pemilu malah membawa efek positif bagi perekonomian Indonesia karena banyaknya uang yang dikeluarkan dan memberikan gerak tersendiri pada roda perekonomian.

“Tahun depan tidak perlu terlalu takut perekonomian kita akan turun. Tahun 2013-2015 Indonesia masih dianggap empat negara paling menarik di dunia. Yang harus diperhatikan adalah nilai impor bahan bakar minyak yang sangat membebani neraca negara karena terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Faisal.

Wakil Ketua Ekonomi Nasional Raden Pardede berpendapat serupa. Tahun depan Indonesia memang masih akan terus bertumbuh. Walaupun dirinya tak menampik berbagai risiko yang harus diperhatikan. Misalnya saja penghentian pemberian stimulus (tapering) yang dilakukan Amerika Serikat. Walau tahun ini tidak jadi diberlakukan, cepat atau lambat hal tersebut pasti terjadi. Oleh karena itu, perusahaan sudah harus mempersiapkan diri dan membangun rencana untuk mengatasi dampak yang akan terjadi.

Selain itu, menurutnya sebaiknya dimulai pergantian dari mengandalkan komoditas ke manufaktur. Negara tujuannya pun tidak lagi hanya mengandalkan negara seperti Cina dan India. Tapi juga negara-negara maju yang sudah mengalami perbaikan ekonomi setelah mengalami krisis. “Harus dapat melihat potensi yang ada serta menyisihkan risiko-risiko yang mungkin terjadi tahun depan,” ujar Raden.

Indonesia Knowledge Forum (IKF) merupakan acara tahunan yang diadakan oleh BCA Learning Service. Tahun ini IKF II-2013digelar di Ritz Carlton Pacific Place – Jakarta selama dua hari pada tanggal 3 – 4 Desember 2013. Menghadirkan sebanyak 21 pembicara dari pakar dan praktisi, IKF sukses memuaskan keingintahuan para peserta yang ingin mendapat pengetahuan baru.

BCA Senantiasa di Sisi Anda

(adv/adv)


Berita Terkait