PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak di tanah air. Setelah sebelumnya memberikan bantuan kepada UNICEF untuk program Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penjualan SUKUK SR-005, program Pendidikan Ramah Anak melalui penjualan SUKUK SR-004, serta program Edukasi Laktasi bagi karyawati yang juga baru-baru ini dilaksanakan.
Kali ini, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, BCA kembali memberikan dukungan terhadap program Pendidikan Ramah Anak yang diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia di Wamena Papua. Dukungan tersebut berupa donasi sebesar Rp. 850 juta yang disalurkan kepada UNICEF Indonesia serta penyaluran dukungan langsung 600 buah peralatan tulis bagi siswa SDN Wamena dan SMPN 3 Megapura, Wamena. Hadir menyerahkan bantuan tersebut, Sekretaris Perusahaan BCA, Inge Setiawati, Head of CSR BCA, Sapto Rachmadi, dan Kepala KCU Jayapura, Rudy Tinton Soeprapto. Turut hadir pula Duta Nasional UNICEF Indonesia, Ferry Salim, Corporate Partnership Officer UNICEF, Indonesia Charlie Hartono, Senior Project Assistant UNICEF Indonesia Zona Papua, Dwi Utari Tamanbali, dan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Jayawijaya, Murjono Murib.
Sekretaris perusahaan BCA Inge Setiawati berharap partisipasi ini akan memberikan manfaat yang berarti untuk perubahan di Papua dan Papua Barat. βBesar harapan kami, partisipasi BCA dalam Pendidikan Ramah Anak akan memberikan makna yang berarti dalam mendukung program UNICEF Indonesia di Papua,β ujar Inge
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program Pendidikan Ramah Anak dikembangkan melalui pendekatan sekolah ramah anak dan pendekatan kampung aman. Untuk mendukung pencegahan kekerasan, UNICEF mengembangkan 2 macam modul yaitu (i) Disiplin Positif β untuk tenaga pendidik, yang memberikan cara alternatif mendidik anak tanpa menggunakan kekerasan/hukuman fisik. (ii) Creating Connection, untuk orang tua dan remaja, yang bertujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi untuk memecahkan masalah sehari-hari dan membangun hubungan positif antara orang tua β anak, dan antar remaja.
Dengan mengkampanyekan (menyebarluaskan) model desa ramah anak secara komprehensif dan terpadu, mencakup berbagai strategi pencegahan kekerasan di sekolah dan masyarakat diharapkan seluruh komponen masyarakat termasuk guru dan kepala sekolah dapat memilih strategi lain yang lebih positif untuk menertibkan serta berinteraksi dengan anak muridnya ketimbang dengan menggunakan kekerasan yang malah akan menciptakan jarak antara guru dan siswa. Dengan demikian, tercipta pula sebuah lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang dan belajar anak-anak.
Selama kunjungan 22-24 Juli di Wamena, BCA berkesempatan melakukan dialog langsung dengan para pelajar dan pengurus yayasan saat mengunjungi di asrama pelajar yang bangunan asramanya berupa honai (rumah tradisional Papua) di Megapura, Wamena dan dilanjutkan dengan kunjungan ke kelompok remaja di Desa Sogokmo yang difasilitasi oleh Yayasan Humi Inane.βSiapa pun akan merasa tergerak hatinya akan perlindungan kepada anak dan perempuan. Pun dengan BCA, kami setulus hati ingin membantu meningkatkan hal tersebut,β tutur Ferry Salim.
BCA Senantiasa di Sisi Anda.Β
(/)











































