BCA Ambil Bagian dalam 'IBI Goes To Campus'

BCA Ambil Bagian dalam 'IBI Goes To Campus'

- detikNews
Senin, 12 Agu 2013 16:00 WIB
BCA Ambil Bagian dalam IBI Goes To Campus
Jakarta - Rabu, 17 Juli 2013 yang lalu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) turut ambil bagian dalam kegiatan edukasi perbankan yang diselenggarakan oleh Ikatan Bankir Indonesia (IBI) dan Perbanas Institute. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan edukasi perbankan, IBI Masuk Kampus. Acara ini akan dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta.

Edukasi perbankan IBI Masuk Kampus ini ditujukan untuk memberikan edukasi dan wawasan di bidang perbankan. Direktur Eksekutif IBI Sasmita berpendapat, CEO Talks sesuai dengan visi dan misi IBI. β€œKami ingin membangun karakter dan memberikan edukasi dan wawasan di bidang perbankan dalam cakupan nasional dan internasional yang terarah dan berkesinambungan kepada stakeholder, termasuk di dalamnya mahasiswa perbankan,” ujarnya.

Pada acara tersebut, Senior Economist BCA David Sumual menyampaikan paparan yang bertema β€œCEO Talk: Indonesia Banking Sector Facing Global Competition”, Auditorium Perbanas Institute, Jakarta. David mengatakan bahwa selain harus siap menghadapi kemungkinan krisis, perbankan Tanah Air harus mengantisipasi kompetisi yang kian ketat, terutama terkait integrasi perbankan ASEAN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut peta populasi yang dirilis IMF pada 2012, ASEAN menjadi pasar yang amat potensial. Hal itu, mau tak mau, membuat perbankan Indonesia ikut serta dalam kompetisi yang ketat. β€œUntuk perbankan Indonesia, integrasi perbankan ASEAN bisa menjadi tantangan sekaligus peluang. Untuk menghadapinya, kondisi infrastruktur perbankan dan finansial Indonesia harus ditingkatkan,” kata David.

Lebih lanjut, David mengatakan bahwa Indonesia memiliki pengalaman berharga dalam menghadapi krisis keuangan, khususnya dalam mengeluarkan kebijakan sehingga krisis keuangan dapat dicegah. Dalam acara yang dihadiri oleh peserta dan mahasiswa dari kalangan perbankan ini, David menunjukkan bahwa penetrasi produk perbankan Indonesia masih relatif rendah. Dilihat dari jumlah rekening di lembaga formal, Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Guna memenangi persaingan global ke depan, kata David, pemerintah perlu mendukung pengembangan sektor hulu. Selain itu, investor asing perlu lebih diarahkan ke sektor padat modal. Adapun dalam jangka menengah, perbankan Indonesia sebaiknya lebih fokus pada pengembangan pasar domestik yang belum digarap optimal.

Seia sekata dengan David, Rektor Perbanas Institute Marsudi Wahyu Kisworo pun mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi dan kekuatan ekonomi yang besar di dunia pada 2030. β€œKita punya riwayat sebagai negera besar. Di masa lalu, Kerajaan Majapahit mampu menjadi kerajaan yang disegani oleh dunia. Siklus ini mudah-mudahan terjadi lagi. Meski demikian, Indonesia perlu menyiapkan diri di antaranya dengan kompetensi SDM, khususnya di bidang perbankan.” Marsudi yakin, di masa mendatang Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi di Asia, atau bahkan dunia.

Informasi lengkap mengenai BCA, Anda bisa mengunjungi www.bca.co.id.

BCA Senantiasa di Sisi Anda


(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads