Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengungkapkan bahwa, βPencapaian kinerja yang positif pada semester I 2013 ditandai dengan tingginya permintaan kredit dan pertumbuhan berkelanjutan dari aktivitas perbankan transaksi. Portofolio kredit BCA meningkat di semua segmen terutama didukung oleh penyaluran kredit ke segmen konsumer, komersial dan UKM. BCA senantiasa berupaya menyempurnakan platform perbankan transaksi dengan melakukan investasi dan mengembangkan jaringan, fasilitas dan sumber daya manusia secara konsisten.β
Total portofolio kredit BCA tercatat sebesar Rp280,4 triliun pada Juni 2013, meningkat 24,1% dibandingkan Rp226,0 triliun pada Juni 2012. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) BCA meningkat menjadi 73,2% pada Juni 2013 dari 65,5% pada Juni 2012. Kredit konsumer naik 30,7% YoY menjadi Rp78,4 triliun, yang ditopang oleh kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). KPR dan KKB tumbuh masing-masing sebesar 32,8% YoY menjadi Rp48,5 triliun dan 29,6% YoY menjadi Rp23,4 triliun. Kredit Komersial & UKM meningkat 24,6% YoY menjadi Rp110,5 triliun sedangkan kredit Korporasi tercatat sebesar Rp91,5 trilun, naik 18,4% YoY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan dana rekening transaksi berhasil mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga. Dana rekening transaksi (giro dan tabungan atau CASA) naik 15,4% YoY mencapai Rp306,0 triliun, yang selanjutnya mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 10,9% YoY menjadi Rp378,5 triliun pada Juni 2013. Saldo CASA berkontribusi lebih dari 80% terhadap total dana pihak ketiga. Dana giro meningkat menjadi Rp97,1 triliun, naik 17,2% YoY sedangkan tabungan tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp208,9 triliun. Sementara itu, dana deposito mengalami kenaikan menjadi Rp72,5 triliun pada Juni 2013 dari posisi terendahnya yang sebesar Rp68,5 triliun pada April 2013 sejalan dengan meningkatnya suku bunga deposito pada Mei 2013.
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menyatakan bahwa, βKami tetap optimis terhadap soliditas fundamental perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Sebagai respon terhadap melemahnya Cina dan India yang merupakan bagian dari ketidakpastian ekonomi global yang berkepanjangan, BCA mengambil langkah hati-hati dengan menjaga posisi likuiditas yang solid dan mengelola pertumbuhan permintaan kredit. Suku bunga acuan Bank Indonesia yang lebih tinggi merupakan langkah yang prudent untuk mengelola tekanan inflasi dan volatilitas nilai tukar Rupiah.β
Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan menghubungi Halo BCA di 500888 atau (021) 500888 dari ponsel, dan kunjungi www.bca.co.id.
(adv/adv)











































