Pelaksanaan pembangunan wilayah yang utuh dan terpadu terletak pada kemampuan menemukenali potensi dan unggulan wilayah yang ada untuk dikembangkan. Karenanya kita mesti mengenali dan preferensi atas potensi unggulan dari masing-masing daerah untuk dijadikan program unggulan dalam pembangunan.
Preferensi program berdasarkan potensi unggulan wilayah diharapkan agar tidak terjadi generalisasi program pembangunan untuk masing-masing wilayah atau daerah. Di sini perlu adanya spesialisasi program pembangunan berdasarkan potensi wilayah yang ada di masing-masing daerah. Pendekatan spesialisasi program, jika dilakukan secara efisien, efektif dan akurat, diharapkan dapat mencapai hasil optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui kegiatan dan sasaran yang terfokus ini diharapkan terjadinya spesialisasi industri pada tiap-tiap wilayah di daerah tertinggal yang selanjutnya akan dapat meningkatkan skala ekonomi (economic of scale) dan produktivitas industri yang bersangkutan yang akhirnya akan meningkatkan daya saing (competitiveness).
Berbagai Program Prukab yang telah dijalankan KPDT di beberapa kabupaten daerah tertinggal, antara lain:
KABUPATEN DOMPU, NTB
Salah satu daeah yang dinilai berhasil dalam mengembangkan prukab adalah Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan Dompu sebagai pengasil jagung menjadi satu hal yang diapresiasi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini. “Berarti sebentar lagi akan ada satu daerah yang akan melewati masa ketertinggalannya. Hamparan jagung mulai dari ujung kabupaten ini, menjanjikan untuk daerah ini maju," kata Menteri PDT, saat melakukan panen raya Jagung di Desa Taropo, Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, bulan Maret lalu.
Dalam kunjungan kerja tersebut Menteri mengaku terkejut tatas pesatnya pertumbuhan di Dompu selama 3 tahun terakhir. Menteri yang pernah berkunjung di daerah Dompu pada tahun 2010, mengaku melihat banyak lahan tidur. Bahkan saat itu, ia berpikiran Dompu akan sangat sulit keluar dari daerah tertinggal.
"Hampir tidak percaya, tanah yang subur namun dibiarkan terlantar, kini bisa menjadi daerah penghasil jagung. Kita akan upayakan membangunkan Embung untuk menampung air hutan, sehingga bisa ditanami jagung 2 kali setahun," kata Menteri.
Pada kenyataannya petani di daerah ini antusias untuk melakukan penanaman jagung. Pada tahun 2011 dari 10 ribu hektar yang ditargetkan, mampu terealisasi mencapai 25 ribu hektar. Begitu juga tahun 2012, dari 27 ribu hektar terealisasi seluas 31 ribu hektar. Namun, pada tahun 2013 ini kondisinya tidak sesuai target karena harga jagung anjlok. Dengan peningkatan komoditi unggulan ini angka kemiskinan di Kabupaten Dompu, bisa turunkan hingga 18 persen dari 21 persen pada tahun 2010.
KABUPATEN SAUMLAKI, MALUKU
Kondisi geografis wilayah yang didominasi oleh pesisir dan laut, merupakan potensi yang sangat besar untuk pengembangan sumberdaya kelautan dan perikanan. Pulau-pulau kecil yang dimiliki Provinsi Maluku, Jumlah pulau sebanyak 1.340 buah, dengan 131.792,18 Km2, terkandung potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan. Sesuai dengan potensi yang dimiliki ini, banyak kegiatan ekonomi produktif yang dapat dikembangkan seperti penangkapan tuna dan budidaya rumput laut.
Rumput laut merupakan salah satu primadona di wilayah tersebut. Untuk itu, KPDT melalui Prukab saat ini tengah melakukan penggiatan produk rumput laut. Kementerian PDT memainkan peranan penting dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat pembudidaya rumput laut. Misalnya, dengan menyediakan bibit, karena selama ini keterbatasan bibit masih merupakan salah satu kendala.
Dengan begitu ketersediaan bahan baku di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Saumlaki dapat dikembangkan hingga ke tahap produksi menjadi barang siap pakai seperti tepung. Yang akhirnya akan berdampak pada harga jual rumput laut para petani lebih stabil serta pembenihan kontinyu dapat dilakukan. Rumput laut juga menjadi komoditi yang menjanjikan di Kabupaten Saumlaki Provinsi Maluku. Setiap kali musim panen, petani bisa mendapatkan penghasilan lebih dari 1 milyar dengan harga jual rumput laut Rp 7.000 per kg.
KABUPATEN BARITO KUALA, KALIMANTAN SELATAN
Di Kabupaten Barito Kuala, yang merupakan penghasil jeruk, KPDT memfokuskan komoditas Prukab. Di Kabupaten ini KPDT memberikan perhatian khusus pada pengembangan perkebunan jeruk. Dengan melakukan revitalisasi perkebunan melalui pemanfaatan lahan tidur, serta memberikan perhatian terhadap pengadaan bibit unggul .
Perhatian terhadap peningkatan produksi jeruk akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat serta terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat. Maka revitalisasi perkebunan dengan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif merupakan sesuatu yang harus segera dilaksanakan. Namun, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh KPDT, perlu adanya kerjasama semua pihak, agar program tersebut berjalan dan proses akselerasi pembangunan daerah tertinggal dapat segera terealisasi.
KABUPATEN LEBAK, JAWA BARAT
Kabupaten Lebak memiliki satu potensi unggulan yang menjadi ciri khas produk kabupaten tersebut yaitu tanaman Sengon dan Jabon. Sebagai salah satu komoditas unggulan kehutanan di Kabupaten Lebak, sengon dan jabon saat ini sangat digemari masyarakat Kabupaten Lebak, mulai dari petani sampai kalangan masyarakat di perkotaan.
Letak geografis Kabupaten Lebak cocok untuk tanaman sengon dan jabon. Dalam waktu empat sampai lima tahun, sengon dan jabon bisa menghasilkan ratusan juta rupiah dari luas lahan sekitar satu hektare. Dengan menemukenali produk unggulan yang kemudian diolah bersama-sama oleh seluruh warga, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pengolahan, dan pemasarannya, kegiatan ekonomi yang dilakukan dari hulu hingga hilir tersebut mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat Lebak secara bersama-sama.
KABUPATEN MUSI RAWAS, SUMATERA SELATAN
Musi Rawas merupakan daerah transmigrasi yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani karet. KPDT mengangkat karet sebagai produk unggulan kabupaten (Prukab) Musi Rawas. Saat ini, di Musi Rawas tercatat ada 50 ribu hektare kebun karet yang kondisi tegakannya sudah tua dan mengalami kerusakan. Pohon karet yang berusia 25 tahun itu kemudian diganti dengan bibit-bibit baru lewat bantuan KPDT di Kabupaten tersebut.
Bantuan dan program yang digulirkan KPDT bisa mengangkat posisi daerah Desa Banpres di Musi Rawas menjadi daerah maju. Satu upaya yang KPDT lakukan untuk mengangkat daerah tertinggal adalah dengan membuka akses. Infrastruktur jalan yang baik akan mengangkat perekonomian dan membuat desa terus tumbuh.
Karena alasan keterbatasan akses itulah, KPDT menebar bantuan untuk membuka akses ke desa tertinggal. Salah satunya adalah memberikan bantuan mobil. Tahun lalu, enam desa di Musi Rawas menerima bantuan mobil jenis L300 pick up. Keberadaan mobil diharapkan bisa mengatasi isolasi daerah akibat sedikitnya alat tranportasi untuk masuk maupun ke luar desa.
KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN
Karet dan sapi bali menjadi dua komoditas yang diunggulkan dalam Prukab Kabupaten Lahat. Kabupaten Lahat mempunyai potensi yang sangat baik dalam bidang perkebunan kopi dan karet serta buah-buahan. Di sisi lain, Lahat juga mempunyai cukup banyak deposit bahan tambang dan minerar. Demikian pula dengan peternakan, kondisi tanah yang subur menjanjikan untuk usaha peternakan. KPDT mengembangkan sapi bali untuk diternakkan di kabupaten lahat.
KABUPATEN BELU, NUSA TENGGARA TIMUR
Kabupaten Belu diharapkan menjadi kabupaten contoh bagi kabupaten lain di seluruh Indonesia terkait program unggulan kabupaten (PRUKAB) yang dibuat KPDT. Belu harus menjadi model untuk daerah lainnya. KPDT membantu penyediaan bibit, pembangkit listrik tenaga surya, pengadaan bibit kambing, pelatihan dan pendampingan serta infrastruktur lainnya. Sedangkan pihak swasta bisa mengambil peran dengan penyediaan sarana produksi, pengolahan dan pemasaran hasil, pendidikan dan pelatihan serta pendampingan serta kerja sama melalui pola kemitraan.
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Jati unggul dan jagung menjadi komoditas yang dijadikan sebagai Prukab di Kabupaten Sumbawa Barat. Lokasi pengembangan tanaman jagung dan jati unggul di Kabupaten Sumbawa Barat dilaksanakan oleh 13 kelompok yang menjadi sasaran kegiatan Prukab di 8 desa yang tersebar di 3 kecamatan.
Pelaksanaan kegiatan PRUKAB di Kabupaten Sumbawa Barat dapat dikatakan cukup berhasil. Untuk komoditas jagung, merupakan komoditas yang sudah biasa dikembangkan oleh masyarakat dan sudah ditetapkan menjadi komoditas unggulan kabupaten yakni dengan ditetapkannya Kecamatan Seteluk sebagai wilayah utama pengembangan jagung. Sementara untuk komoditas jati baru mulai berkembang sekitar 10-15 tahun lalu, masyarakat sudah banyak yang mengembangkan tanaman ini pada lahan-lahan kosong yang belum ditanami.
KABUPATEN DONGGALA, SULAWESI TENGAH
Besarnya lahan tidak produktif di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah menjadi peluang untuk pengembangan potensi daerah. Banyaknya lahan tidur menjadi satu faktor penghambat proses pembangunan yang terus menerus dilakukan. Menyikapi kondisi tersebut, KPDT sejak 2011 merancang sebuah program yang diorientasikan kepada Prukab tengah mengupayakan, agar potensi lahan tidur yang dimiliki kabupaten Donggala dapat menjadi lahan produktif sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu pendukung bagi laju pembangunan.
Luas potensi lahan kering yang mencapai 71.625 ha ini secara umum dapat dikatakan lahan tidur. Namun pemda setempat tetap mengembangkannya menjadi lahan-lahan potensial untuk pertanian dengan memanfaatkan jenis tanaman holtikultuara seperti bawang merah.
KABUPATEN TELUK WONDAMA, PAPUA
Provinsi Papua, merupakan salah satu provinsi dengan potensi besar yang ada di Indonesia. Kondisi geografi yang beragam, dengan pesisir dan pegunungan yang cukup luas. Potensi Papua sangat besar untuk dikembangkan KPDT dengan Prukab terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi kabupaten yang selanjutnya meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesempatan kerja.
Pengembangan produk unggulan kabupaten tidak dapat dilakukan hanya oleh satu sektor utama, tetapi memerlukan intervensi berbagai sektor dan pemangku kepentingan. Contoh, pengembangan produk kakao (cokelat) dalam satu sistem rantai pasokan tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian saja, tetapi perlu didukung oleh kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan lain dalam mengintervensi penyediaan infrastruktur (jalan, pelabuhan, energi, gudang, pasar), fasilitasi pembiayaan, industri pengolahan, pemasaran dan promosi serta regulasi.
Untuk mendukung program Prukab, setiap tahun Kementerian PDT menyelenggarakan KPDT Expo di daerah tertinggal. Expo tersebut berupa pameran komoditas lokal yang diangkat menjadi produk unggulan kabupaten (prukab) untuk mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Sejak 2011 KPDT merancang program yang diorientasikan kepada komoditas lokal dengan mengupayakan agar potensi lahan tidur di Kabupaten Donggala diubah menjadi lahan produktif sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu pendukung bagi laju pembangunan. Donggala mengangkat bawang merah sebagai produk unggulan kabupaten (Prukab).
Jagung banyak tumbuh di daerah tertinggal, potensi ini bila dikembangkan dengan benar dapat dijadikan produk unggulan yang bisa mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Menteri PDT Helmy Faishal Zaini saat mengikuti panen raya jagung di Kabupaten Jeneponto.
Menteri PDT Helmy Faishal bersama istri Santi Anisa Faishal saat panen raya rumput laut di desa Koloroy, Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.









































