Apakah melihat ini pemuda Indonesia hanya bisa berdiam diri saja? Dengan total penduduk sekitar 260 juta jiwa, jika kita bergerak dan berani melakukan perubahan maka ekonomi Indonesia pun bisa bangkit. Partai Gerinda bersama Dewan Pakar menganalisa dan mengkaji dengan seksama kondisi dan permasalahan yang sedang dialami serta potensi yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini.
Setelah melalui proses yang panjang dan kritis, akhirnya pada 15 Juli 2013 telah dideklarasikan 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra (2014-2019) di Jakarta. Dua program di antaranya fokus pada pengembangan ekonomi yaitu: βMembangun Ekonomi yang Kuat, Berdaulat, Adil dan Makmurβ serta βMelaksanakan Ekonomi Kerakyatanβ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Meningkatkan pendapatan per kapita penduduk dari Rp 35 juta (3.500 dollar AS) menjadi Rp 60 juta (6.000 dollar AS) dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen per tahun menuju pertumbuhan diatas 10 persen.
- Meningkatkan pemerataan dan kualitas pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi jurang antara si miskin dan si kaya (menurunkan Indeks Gini dari 0.41 menjadi mencapai 0.31) dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dari sekitar 75 mencapai sekitar 85.
- Meningkatkan penerimaan negara dari pajak, dari sekitar 12 persen hingga mencapai ratio minimal 16 persen dari Produk Domestik Bruto dengan melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan perbaikan sistem perpajakan yang lebih adil; menekan pemborosan dan inefisiensi pengeluaran anggaran; dan mengelola utang pemerintah dengan cermat dan bijak serta memanfaatkannya dengan efisien dan efektif.
- Mendorong peran swasta dalam perekenomian nasional untuk menciptakan lapangan pekerjaan, nilai tambah, industrialisasi, dan industri pengolahan.
- Menjadikan BUMN yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian bangsa sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.
- Membangun industri pengolahan untuk menguasai nilai tambah bagi perekonomian nasional.
- Membangun dan mengembangkan industri nasional:
- sarana transportasi darat (kereta api, mobil, dan sepeda motor)
- laut (angkutan kapal laut dan angkutan sungai)
- udara (pesawat terbang)
- alat berat dan alat mesin pertanian
- Memprioritaskan peningkatan alokasi anggaran untuk program pembangunan pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, dan koperasi dan UMKM, dan industri kecil dan menengah.
- Mendorong perbankan nasional dan lembaga keuangan lainnya untuk memprioritaskan penyaluran kredit bagi petani, nelayan, buruh, pegawai, industri kecil menengah, pedagang tradisional dan pedagang kecil lainnya.
- Mendirikan Bank Tani dan Nelayan yang secara khusus menyalurkan kredit untuk pertanian, perikanan dan kelautan serta memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil, petani, nelayan, buruh, pedagang tradisional dan pedagang kecil.
- Melindungi dan memodernisasi pasar tradisional.
- Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh termasuk buruh migran (TKI/TKW).
- Membangun infrastruktur untuk rakyat di melalui Delapan Program Desa yaitu:
- Jalan, Jembatan, dan Irigasi Desa dan Pesisir
- Listrik dan Air Bersih Desa
- Koperasi Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan Lembaga Keuangan Mikro
- Lumbung Desa
- Pasar Desa
- Klinik dan Rumah Sehat Desa
- Pendidikan dan Wirausaha Muda Desa
- Sistem Informasi Desa
- Mendirikan Lembaga Tabung Haji.
- Mempercepat implementasi reforma agraria untuk meningkatkan akses dan penguasaan lahan yang lebih adil dan berkerakyatan, menyediakan rumah murah sederhana bagi rakyat.
(adv/adv)











































