Hubungan BCA dengan para pedagang tekstil dan garmen Tanah Abang terbilang istimewa. Di balik kesuksesan BCA yang sekarang berusia ke-56 tahun, ada kontribusi luar biasa dari para pedagang Tanah Abang. Apalagi, sebagian besar kios di Tanah Abang merupakan usaha keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Hubungan yang sudah terjalin antara BCA dengan para pedagang dipelihara sedemikian rupa hingga menjadi sangat erat layaknya anggota keluarga sendiri. Beberapa pedagang di Tanah Abang pun berbagi kisah mengenai pengalamannya menjadi nasabah setia BCA selama ini.
Herviyanthy Tjhai yang sejak kuliah telah mengenal BCA, kini juga mempercayakan BCA sebagai mitra bisnisnya. Untuk mendukung transaksi harian toko pakaian Cici ‘n Caca miliknya yang berada di Pusat Grosir Mal Tanah Abang (PGMTA) lantai 3 no. 60-61, Herviyanthy menggunakan EDC BCA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toko Cici ‘n Caca miliknya menjual kaos-kaosperempuan dalam partai grosiran. Herviyanthy mulai berdagang pakaian di Blok B Tanah Abang pada tahun 2003. Akibat musibah kebakaran, kiosnya pun pindah ke PGMTA sejak tahun 2006. Kaos-kaos yang dijualnya merupakan produksi sendiri. Pabriknya berlokasi di Jembatan Besi, Jakarta Barat.
Jalinan hubungan Herviyanthy dengan BCA sudah dibangun terlebih dulu oleh kedua orangtuanya yang juga memilih BCA sebagai mitra bisnis mereka. “Saya pilih BCA untuk keperluan bisnis karena paling terjamin dalam hal kemajuan teknologi dan kelengkapan fasilitas/layanan perbankannya. Secara akses, BCA paling mudah. Cabang dan ATM nya dimana-mana. Seandainya harus capek antri sekalipun, saya lebih pilih mengantri di BCA. Karena kualitas kerja teller-nya lincah dan akurat,” ujar ibu dua putri ini.
Herviyanthy juga memanfaatkan hampir semua layanan BCA bukan hanya untuk kelancaran bisnis, namun juga untuk kemudahan transaksi kebutuhan pribadi dan keluarganya sehari-hari. Mulai dari ATM, KlikBCA Bisnis, kartu kredit BCA, Flazz, Deposito, Giro, bancassurance bahkan ikut berinvestasi hijau di ORI. “Paling sering pakai ya ATM, kartu kredit, dan KlikBCA yang mudah dan praktis. Kalau jalan-jalan ke mal, anak-anak juga membayar makanan pakai Flazz.”
“Pokoknya, pakai BCA memudahkan segalanya. Bisnis jadi berkembang. Dengan adanya internet, transaksi sekarang bisa serba online. Mesin ATM BCA banyak, kita jadi dimudahkan dan punya banyak pilihan. Misalnya setor tunai, sekarang tidak harus ke teller tapi bisa melalui ATM,” pungkas Herviyanthy.
Lain lagi dengan kisah Anthony, pemilik toko tekstil Jayatex di Blok A lantai B1. Anthony sudah menjadi nasabah setia BCA sejak mulai berjualan di Tanah Abang pada tahun 1989. Bisnis bahan kain untuk baju dan celana pria yang dirintisnya sendiri ini makin berkembang setelah menggunakan EDC BCA enam tahun lalu.
Hingga saat ini, sekitar 60% transaksi di tokonya menggunakan metode pembayaran Debit BCA. “Tahu sendiri bagaimana kalau bawa-bawa uang cash ke Tanah Abang. Lebih enak bawa satu kartu. Untuk pembelian di bawah Rp 5 juta biasanya Debit, kalau yang lebih besar seringnya transfer,” kata Anthony.
Saat ini Anthony menggunakan EDC, Giro BCA dan KlikBCA Bisnis untuk kebutuhan transaksi perbankannya sehari-hari. Anthony mengaku faktor kepercayaan dan kualitas layanan menjadi alasan utama kenapa ia mempercayakan keperluan bisnisnya pada BCA. Apalagi, akunya, sebagian besar relasi bisnis dan pelanggannya juga menggunakan rekening di BCA.
“Siapa bisa lawan BCA. Dari dulu sampai sekarang BCA tetap nomor 1. Tidak banyak perbedaan. Teller tetap antri tapi pelayanannya cepat dan sistem ATM-nya sangat oke. Kalau EDC butuh perbaikan, cepat sekali. Paling lama 4 jam sudah betul,” tandasnya.
Herviyanthy Tjhai dan Anthony merupakan salah satu dari sekitar 30.000 pedagang di Blok A, Blok B, Blok F, Pasar Tanah Abang (AURI), PGMTA 1 dan PGMTA 2 yang tumbuh dan berkembang bersama BCA. Kantor Cabang Utama (KCU) Wahid Hasyim yang berlokasi tepat di komplek perdagangan Tanah Abang sudah beroperasi sejak tahun 1982.
Hingga saat ini ada 6 KCP dan 11 kantor kas di bawah naungan BCA KCU Wahid Hasyim untuk mengakomodir kebutuhan transaksi finansial di pusat perdagangan tekstil dan busana terbesar di Asia Tenggara tersebut. Hingga akhir Desember 2012, sudah ada sekitar 4.500 EDC BCA digunakan untuk transaksi elektronik di seluruh Tanah Abang.
Pada 17 Desember 2012, KCP Metro Tanah Abang direlokasi ke banking floor PGMTA 2 lantai 7 demi memberikan layanan perbankan yang lebih nyaman. Selain itu, BCA juga menyediakan layanan khusus seperti pick up service dan drop bag untuk memudahkan kebutuhan transaksi nasabah (pebisnis/pedagang) sehari-hari.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(adv/adv)











































