Pemandangan kontras menyambut pergantian tahun terjadi di Pandeglang Banten. Akibat hujan yang terus mengguyur sejak 28 Desember 2012, warga desa di Pandeglang terpaksa melewati akhir tahunnya dengan tetesan air mata.
Berdasarkan pantauan tim lapangan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dilapangan, kondisi banjir bukan hanya melanda Kecamatan Patia namun sudah meluas ke kecamatan lainnya, antara lain Kecamatan Pagelaran. Belasan desa di kecamatan Pagelaran telah rusak parah antara lain Desa Rurianeun, Desa Idaman, Desa Patia, Desa Rahayu, Desa Cimoyan, Desan Babakan Keusik, Desa Ciawi, Desa Pasir Gadung dan Desa Turus.
Β β Saya perkirakan tak kurang dari 10 ribu warga Patia menderita akibat banjir yang masih terus berlangsung. Jika resiko banjir harus dialami selama hingga satu bulan maka dibutuhkan bahan pokok dalam jumlah besar termasuk kebutuhan kesehatan dan rehabilitasi rumah pasca banjir, tukas Presiden ACT, Achyudin disela kunjungan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Minggu, 30 Desember 2012 untuk menyampaikan misi bantuan dari para mitra ACT untuk warga Patia.
Musibah banjir yang melanda warga Pandeglang, menjadi ujian kepedulian masyarakat Indonesia untuk menandai suasana tutup tahun.
Masih bertahankah kegembiraan dalam pesta ria, saat menyaksikan ada orang lain justru tengah berjuang meregang nasib dan nyawa ditengah banjir yang menggelora?
(adv/adv)











































