Senin17/12, Tim ACT diterima United Nation Development for Safety and Security. Berdasarkan laporan dan kondisi lapangan, kondisi di Rakhine relatif kondusif walaupun masih ada insiden-insiden kecil.
Bangunan shelter benar-benar terasa manfaatnya. Suhu Sittwe saja, amat rendah dibanding Jakarta saat ini. “Rasa dingin menyeruap menembus kulit, begitu mendarat di Sittwe Airport. Benarlah informasi yang saya terima di Yangon, bahwa musim dingin telah mulai tiba di Rakhine State. Menurut BMG-nya Myanmar, temperatur udara pada waktu malam bahkan bisa mencapai 18 derajat Celcius. Hembusan angin dari pegunungan Himalaya telah memasuki Rakhine State. Biasanya musim dingin akan berlangsung hingga bulan February atau Maret. Di pagi hari, di jalan-jalan, orang akan mengenakan jaket atau pelindung tubuh menahan dingin,” jelas Doddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di blok-blok shelter yang sudah dibangun ACT, suasana memang agak berbeda. Shelter-shelter bambu dianggap oleh pengungsi sebagai tempat tinggal yang mewah. Setelah berbulan-bulan tinggal di tenda-tenda becek, mereka kini mendiami shelter yang relatif lebih nyaman dan manusiawi. Shelter yang lebih memberikan kehangatan.
“Di satu sisi, kami ikut bahagia menerma ungkapan rasa syukur mereka yang memperoleh shelter. Para penghuni shelter ACT sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia dan ACT yang telah memberikan perhatian besar kepada mereka. Saat ini mereka hanya bisa mendoakan agar para donatur mendapatkan pahala yang lebih besar dan rahmat dari Allah SWT,” ujar Doddy.
Meski begitu, Doddy juga sedih. Jauh lebih banyak yang belum memperoleh shelter. ACT menargetkan 1,000 shelter bisa rampung dalam tiga bulan ini. “Tahap awal 10 shelter dengan kapasitas 100 keluarga, artinya baru sepuluh persennya. Semoga dukungan masyarakat Indonesia lebih besar dalam waktu dekat ini,” ungkap Doddy.
Shelter, memang solusi pemulihan awal. Kamp Setha Ma Gyi, menjadi etalase perdamaian di Myanmar, di mana etnik Rohingya yang beberapa waktu ini berdiaspora, mendapat kesempatan mulai menata hidupnya. Dari sini perdamaian dirajut. Langkah karitatif, hanya awalnya. ACT serius untuk bersama otoritas kekuasaan di Myanmar, ingin melihat Myanmar berkembang tumbuh dalam harmoni.
Pertemuan ACT dengan Aung Than Tin, Menteri Kehutanan dan Pertambangan Rakhine State yang juga Ketua rehabilitasi bagi para pengungsi, mengungkapkan, shelter yang masih harus dibangun secepatnya minimal 500 blok. ACT baru men yelesaikan 10 blok atau 100 unit shelter, dan telah dihuni 516 orang pengungsi. Saat ini ACT memulai pembangunan 10 buah blok tahap kedua dan berencana akan menyelesaikan hingga 100 blok.
Tim ACT yang hadir Desember ini juga mendistribusikan paket beras bagi 2000 keluarga, juga selimut bagi 604 keluarga di kamp pengungsian. Untuk Rohingya, Wakaf Tunai muslimin Indonesia menjadi solusi memancarkan damai di Myanmar dan di seantero dunia, insyaAllah.
Rekening Wakaf for Humanity
- BCA 163 035 8007
- BSM 166 00212 12
- Permata Syariah 097 1144033
- CIMB Niaga 0800100984009
- BNI Syariah 0270360372
Jemput Donasi wilayah JABODETABEK hubungi:
Layanan Donatur: HP. 0812 838 534 34
Pin BB: 27597105 / 29694A58
(adv/adv)











































