Serangan ‘tak bermata’ Israel, menimpa warga sipil. Salah satu ekses menyolok, banyak keluarga kehilangan kaum pria. Para janda dipaksa menopang hidup keluarga. Tim SOS Palestine sekembalinya ke Indonesia, merekomendasikan sejumlah program jangka menengah dan panjang. Wakaf dukungan ekonomi produktif untuk para janda Gaza, salah satu programnya.
Ini kenangan pilu dari sebuah kebun di Gaza, Palestina. Suatu ketika, selepas makan siang, keluarga Abu Bilal tengah rileks di ruang makan mereka. “Usai makan siang, kami biasanya minum teh dicampur daun mint segar. Kami menanam tumbuhan mint di kebun belakang rumah kami. Usai makan siang, Abu Bilal pergi ke kebun untuk mengambil daun mint, diikuti dua anak kami. Saat itulah drone Israel menembak mereka,” kenang janda Abu Bilal.
Ini bukti kesekian ratus, betapa Israel tak memilih sasaran pembunuhan. Kepergian Abu Bilal bersama dua anaknya, meninggalkan enam yatim dan seorang janda. Perempuan seperti janda Abu Bilal, dengan lebih dari satu anak, ratusan, mungkin ribuan jumlahnya selepas serangan demi serangan Israel ke jalur Gaza. Mengenang kepergian para suami, tentu sedih, meski sesaat. Sesudahnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakyat Indonesia perlu membantu para janda Gaza. Sepotong momen sejarah, perlu diingat, Palestina – selain Mesir- adalah negara yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia. Itu wujud dukungan politik yang konkret di tengah masih lemahnya posisi Indonesia. Dukungan kemanusiaan untuk janda Gaza, menyempurnakan dukungan Indonesia di PBB yang tak pernah henti demi kemerdekaan Palestina.
SOS Palestine, www.act.or.id
twitter:@SOS_Palestine
Call Center 021-741 4482
REKENING WAKAF UNTUK GAZA:
BNI SYARIAH 009 611 0239
PERMATA SYARIAH 0971 001 224
BSM 101 000 5557
BCA 676 030 0860
MUAMALAT 304 0023 015
a/n : Aksi Cepat Tanggap
(adv/adv)










































