Turut hadir dalam acara tersebut Chairman & CEO Growth Steel Group Fadjar Suherman, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur Operasi PT PLN Indonesia Bagian Barat Hary Jaya Pahlawan, Wakil Walikota Medan serta GM PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.
Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan dukungannya terhadap pengembangan energi terbarukan, salah satunya dengan merancang Peraturan Menteri yang mengatur kenaikan harga jual listrik yang berasal dari PLTU Biomassa. Selain itu, Jero Wacik juga menyambut baik dukungan yang diberikan oleh BCA dalam membantu pembiayaan PLTU Biomassa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa BCA bangga telah menjadi bagian dari pendanaan seluruh PLTU Biomassa yang dibangun oleh Growth Steel Group dengan komitmen total 7 x 15 MW. Hal tersebut sejalan dengan himbauan Bank Indonesia untuk memberikan pendanaan untuk proyek yang bersifat terbarukan (green financing).
“BCA terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor industri di tanah air, salah satunya adalah sektor infrastruktur terkait kelistrikan dengan memberikan fasilitas kredit investasi kepada PT Growth Asia khususnya dan Growth Steel Group secara luas. Melalui kerjasama ini diharapkan akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat luas mengingat pentingnya fasilitas listrik untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat dan industri,” kata Jahja.
PLTU berbahan bakar biomassa ini ditargetkan mampu menjadi solusi permasalahan defisit energi yang terjadi di wilayah Sumatera Utara dikarenakan permintaan listrik lebih besar daripada supply energi yang ada pada saat ini. Biomassa secara umum lebih dikenal sebagai bahan kering material organik atau bahan yang tersisa (limbah) setelah suatu tanaman atau material organik dihilangkan kadar airnya (dikeringkan). Biomassa juga sangat mudah ditemukan dari aktivitas pertanian, peternakan, kehutanan, perkebunan, perikanan, dan lain-lain.
PLTU yang dibangun oleh PT Growth Asia ini menggunakan campuran dari berbagai alternatif pasokan bahan bakar dari energi terbarukan antara lain cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku utama, tebu, sekam padi, tongkol jagungm ampas tepung tapioka, janjang kosong kelapa sawit, dan serpihan kayu.
Pembangunan PLTU Biomassa ini dapat memberikan penghematan yang cukup besar bagi biaya operasional PLN. Sebelumnya PLN mengeluarkan dana sebesar Rp2000-Rp3000/kwh untuk pembelian BBM sebagai bahan bakar pembangkit. Dengan adanya PLTU biomassa ini, PLN hanya perlu membeli listrik dengan harga yang lebih rendah.
Fadjar Suherman menyebutkan bahwa PT Growth Asia telah memulai langkah pengamanan energi masa depan dari PLTU Biomassa yang mereka bangun, bahkan mereka telah mampu membantu PLN dalam menyediakan kebutuhan listrik. Dari 30 MW listrik yang diproduksi PT Growth Asia, hanya 10 MW yang digunakan oleh perusahaan besi baja tersebut sedangan sisanya sebesar 20 MW dijual kepada PLN dengan harga Rp 975/kwh. Kunjungi, www.bca.co.id.
BCA Senantiasa di Sisi Anda.
(adv/adv)
