Gubernur mengunjungi pasar untuk memantau pergerakan harga yang terjadi dilapangan dan sidak ke gudang-gudang panga. “Nanti akan kita pelajari dan evaluasi apakah perlu melalukan operasi pasar. Yang pasti kita siap melakukan operasi pasar kalau memang diperlukan,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur, dari hasil pantauan harga di 11 pasar tradisional/wilayah dan Pasar Induk Beras Cipinang dan Pasar Induk Kramat Jati pada tanggal 28 Juni s.d. 4 Juli 2012, diketahui bahwa pada umumnya harga eceran komoditi bahan pokok dan bahan penting lainnya mengalami kenaikan. Sedangkan harga ditingkat pedagang grosir khususnya untuk beras dan daging cenderung stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari laporan pantauan harga yang diterima Gubernur, pergerakan harga rata-rata Komoditi Pangan Strategis di Provinsi DKI Jakarta sepanjang 28 Juni- 4 Juli 2012, cukup bervariasi. Sebagian komoditi mengalami kenaikan harga di teingkat eceran seperti beras (0,14% s.d. 1,03%), daging sapi (0,16% s.d.0,80%), ayam potong (2,63%), telur ayam (1,98%), bandeng (3,74%), cabe rawit merah (5,41%), gula pasir (0,46%), dan tepung terigu (0,33%). Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan pada masa liburan sekolah dan menjelang bulan puasa.
Sebaliknya, sejumlah komoditi mengalami penurunan seperti cabe (0,72% s.d 5,90%), minyak goreng curah (0,73%) dan gas LPG (0,19% s.d 0,46%).
Di tingkat grosir, khusus untuk jenis beras dan daging sapi stabil, kecuali untuk komoditi cabe mengalami kenaikan (14,29% s.d 29,41%) dikarenakan permintaan meningkat serta adanya pengiriman ke luar Pulau Jawa mencapai 35 % (Medan, Batam, Babel, Padang) dan untuk bawang merah turun (16,33%) dikarena pasokan dari daerah produsen meningkat terutama dari Brebes dan Patrol panen raya.
Pasokan beras meningkat dibandingkan pada minggu lalu, stok di pedagang di PIBC per tanggal 3 Juli 2012 sebanyak 14.616 Ton (cukup untuk 6 hari), ditambah dengan stok beras di Bulog Drive DKI Jakarta sebanyak 117.013 Ton (cukup untuk 9,63 bulan). Sedangkan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) turun (1,72%) dibandingkan pada minggu lalu.
Pasokan Daging Diperkuat
Gubernur meminta perhatian khusus jajarannya agar memantau secara lebih efektif pergerakan harga. “Sistem monitoring yang suda ada perlu ditingkatkan,” katanya terutama untuk komoditi yang akan mengalami lonjakan permintaan menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran nanti seperti daging sapii, ayam, telor, terigu, cabe, beras, minyak goreng, gula,” katanya.
Untuk daging sapi , setipa hari DKI Jakarta membutuhkan pasokan 180 ton per hari. Stok daging sapi + 5.950 ton yang ada di gudang distributor dan importir. Kebutuhan daging sapi dipenuhi dari daging lokal (35%) dan dari import berupa daging beku (55%) dan sapi bakalan (10%).
Permintaan daging dari konsumen telah mulai mengalami peningkatan, dan diperkirakan kebutuhan mulai saat ini sampai lebaran akan mencapai sekitar 15.000 ton dan puncaknya seminggu menjelang lebaran. “Sebagai antisipasi, pada pertengahan puasa akan didatangkan daging impor sebanyak 8.300 ton,” demikian Gubernur.
(adv/adv)











































