Foke Punya Kompetensi Tinggi Jadi Gubernur DKI

Pakar Psikologi UI:

Foke Punya Kompetensi Tinggi Jadi Gubernur DKI

- detikNews
Selasa, 26 Jun 2012 07:00 WIB
Jakarta - Pakar psikologi dari Universitas Indonesia Niniek L Karim menilai Fauzi Bowo memiliki hampir semua kompotensi yang perlu dimiliki Gubernur DKI Jakarta. Kompetensinya yang menonjol adalah kemampuan mengenali visi dan mengartikulasikannya. β€œHampir semua aspek kelompok kompetensi kepemimpinan transformasional dimilikinya. Ia merencanakan program yang akan menyelesaikan masalah Jakarta hingga tahun 2050,” kata Niniek L Karim mengungkapkan hasil surveinya mengenai 6 calon gubernur DKI Jakarta yang akan maju dalam Pilkada 11 Juli mendatang.

Bersama koleganya dari Universitas Indonesia Bagus Takwin, Dicky Pelupessy dan Christ Panggabean, Niniek L Karim diminta oleh harian Kompas untuk melakukan survei tentang psikologis 6 calon gubernur yang akan maju dalam Pilkada nanti. β€œKami juga menganalisis serta memetakan potensi masalah Jakarta untuk mengetahui tuntutan yang harus dipenuhi gubernurnya,” begitu kata Niniek.

Dalam laporan itu disebutkan, gubernur DKI Jakarta membutuhkan kompetensi dalam kepemimpinan transformasional yang dilihat dari kemampuan visinya, memberikan contoh yang baik, membangun kelompok yang solid, ekspektasi kinerja yang tinggi, dukungan terhadap anak buah dan rangsangan intelektual. β€œFauzi Bowo memiliki kompetensi yang tinggi dalam semua aspek itu, terutama dalam pemahamannya terhadap Jakarta dengan kebutuhan masa depannya.”

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, Fauzi Bowo yang biasa dipanggil Foke ini diminta untuk lebih mempublikasikan visinya agar lebih menginspirasi warga. Warga sering tidak sabar jika harus menunggu studi yang lama untuk sebuah program.

Fauzi Bowo juga dinilai mempunyai diversitas yang tinggi yang terlihat dari respeknya terhadap berbagai perbedaan. Latar belakang pendidikan dan pergaulannya yang beragam mendukung kuatnya sifat pluralisme dalam diri Foke. Namun calon orang nomor satu di DKI Jakarta ini diharapkan perlu mengurangi penilaian dan kritik secara spontan terhadap ide orang lain.

Menurut Niniek, Gubernur Jakarta juga harus fokus pada warga, mempuyai kepedulian memenuhi kebutuhan warga dengan cara memuaskannya. Dalam hal ini, kata Niniek, kepedulian Foke tinggi dan berusaha memenuhi kebutuhan warga. Dia berupaya bertanya, mendengar langsung atau melalui bantuan ahli survei untuk mengidentifikasi kebutuhan, keinginan dan harapan warga dan mencari pendekatan kreatif guna menyediakan dan meningkatkan pelayanan.

Namun demikian, lanjut Niniek, Foke perlu lebih optimal lagi mengumpulkan masukan dari pihak yang terkena dampak programnya.

Dalam kemampuan untuk mengambil risiko seperti mengambil keputusan yang berani dihadapkan pada risiko dan ketaktentuan, membuat rekomendasi radikal dan mendukung penerapannya, Foke dinilai cukup punya kompetensi untuk itu. Foke mampu membuat keputusan yang berisiko dan berani menanggung konsekuensi keputusan, siap menghadapi beban finansial dan protes keras berbagai pihak. Namun selama ini, gaya dan strategi komunikasi yang digunakan Foke mengaburkan apa yang sudah diputuskan dan dilakukannya. β€œMengambil tanggung jawab pembangunan MRT 58% dan menerbitkan obligasi daerah adalah salah satu contoh kemampuan Fauzi dalam mengambil risiko,” begitu kata Niniek dalam laporannya.


(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads