Dikatakan Dahlan, dengan potensi yang sangat besar, tak hanya keenam BUMN ini, BUMN lainnya juga punya peluang yang sama untuk bisa bersaing pada tingkat regional dan bahkan global.
โKiranya ini bisa menginspirasikan BUMN lainnya untuk bangkit, meningkatkan kinerja, serta berprestasi pada tingkat global. Pada gilirannya akan memperkuat jajaran korporasi Indonesia yang siap masuk ke pasar internasional,โ pungkas Dahlan hari ini di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Majalah Forbes yang mendaftar 2.000 perusahaan papan atas dunia, krisis global rupanya tidak berpengaruh besar atas kinerja perusahaan-perusahaan ini. Bahkan perusahaan-perusahaan ini masih mengalami pertumbuhan penjualan dan laba sebanyak dua digit pada 2011.
Sebanyak 2.000 perusahaan tersebut membukukan pendapatan sebesar US$ 36 triliun atau naik 12%. Sedangkan dari sisi laba mencapai US$ 2,64 triliun atau naik 11%, dan memiliki aset US$ 149 triliun atau naik 8%. Digoyang krisis, nilai pasar perusahaan ini turun 0,5% sebesar US$ 37 triliun dengan jumlah karyawan sebanyak 83 orang di seluruh dunia.
Sementara itu, dalam pemeringkatan 2.000 perusahaan itu, Forbesmelihat dari sisi penjualan, laba, aset dan nilai pasar. Sedangkan negara yang terlingkup sebanyak 66 negara. Empat diantaranya merupakan negara baru. Dalam hal ini, sudah tradisi, perusahaan-perusahaan raksasa asal Amerika Serikat berhasil memasukan 524 perusahaannya dan kedua adalah Jepang sebanyak 258. Yang mengancam medua negara itu adalah China. China berada di posisi ke tiga, dengan menambah 15 perusahaan baru tahun ini. Sedangkan negara lainnya yang juga menambah jumlah perusahaan adalah Korea Selatan dengan total 68 perusahaan, India 61 perusahaan, dan Inggris 93 perusahaan. Indonesia sukses memasukan 10 perusahaannya di daftar Forbes 2.000. Enam diantaranya adalah perusahaan BUMN.
(adv/adv)











































