Kuatnya pertumbuhan laba bersih didukung oleh tingginya aktivitas bisnis baik di bidang kredit maupun jasa penyelesaian pembayaran. Tingkatnya suku bunga yang rendah dan permintaan kredit yang tinggi mendorong pertumbuhan kredit. “Penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit merupakan kunci bagi BCA untuk membukukan pertumbuhan yang kuat dengan tetap mempertahankan rasio kredit bermasalah (NPL) pada tingkat yang rendah.” ungkap Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja dalam Corporate Presentation Full Year 2011 Results dalam acara Analyst Meeting BCA yang digelar 29 Maret lalu.
Pada akhir 2011, portofolio kredit BCA mencapai Rp 202,3 triliun, naik 31,4% dari perolehan tahun lalu yakni Rp 153,9 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata sektor perbankan yang sebesar 24,1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana pihak ketiga tumbuh 16,5% YoY menjadi Rp 323,4 triliun pada akhir tahun 2011, didukung oleh peningkatan transaksi yang berasal dari 10 juta rekening nasabah melalui jaringan cabang dan beragam jaringan distribusi elektronik (electronic delivery channels). Saldo tabungan tumbuh 18,9% YoY menjadi Rp 173,0 triliun sementara saldo giro meningkat 18,8% YoY menjadi Rp 76,0 triliun. Pada saat yang sama, saldo deposito meningkat 9,5% YoY menjadi Rp 74,4 triliun. BCA mempertahankan komposisi dana pihak ketiga yang solid dengan rekening transaksional (tabungan dan giro) berkontribusi sebesar 77,0% terhadap total dana pihak ketiga.
Ke depan, Jahja mengatakan, BCA akan selalu berusaha untuk menyediakan menyediakan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah BCA dalam bertransaksi, didukung dengan jaringan dan delivery channels yang komprehensif.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan menghubungi Halo BCA di 500888 atau (021) 500888 dari ponsel atau akses ke www.klikbca.com.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(adv/adv)











































