Sebaliknya, semangat anak-anak Indonesia untuk belajar ternyata sangat tinggi! Saktiana Dwi Hasti yang mengajar di dusun Limboro, Sulawesi Barat, bercerita, “Anak-anak itu punya semangat yang luar biasa. Saat bangun pagi-pagi, di depan rumah saya sudah ada anak-anak yang menunggu saya untuk berangkat ke sekolah!”. Semangat inilah yang membuat Kapal Api tergerak membantu.
"Kami yakin pendidikan adalah jembatan penting untuk memajukan masyarakat Indonesia. Kita semua tahu banyak sekolah di pelosok yang sarana pendidikannya minim, buku tak memadai. Maka dari itu kami ingin bantu. Kami berharap gerakan Secangkir Semangat untuk Indonesia ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan ke depannya," ujar Ihsan M. Putri, CEO PT Kapal Api Global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hikmat Hardono, Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar, sangat mengapresiasi gerakan Secangkir Semangat untuk Indonesia ini. “Indonesia Mengajar sangat gembira bekerjasama dengan Kapal Api. Bukan semata-mata karena menerima buku. Akan tetapi, gerakan ini berarti ajakan kepada seluruh masyarakat untuk peduli terhadap pendidikan Indonesia. Dengan mengirimkan satu pesan, Anda telah mengirimkan dua buku untuk dibaca oleh anak-anak di seluruh penjuru tanah air,” jelas Hikmat.
Hanya dalam waktu 22 hari, total 10.000 pesan semangat telah masuk di website dan Twitter. Indonesia Mengajar akan menyalurkan 20.000 buku ini ke 120 sekolah di 14 kabupaten di seluruh Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki semangat dan kepedulian untuk memajukan dunia pendidikan, sejalan dengan nilai yang terkandung dalam secangkir Kapal Api, yaitu secangkir semangat untuk Indonesia.
(adv/adv)











































