Cyrillus Harinowo, ekonom yang sekaligus komisaris BCA membuka sesi pertama dengan memaparkan langkah Indonesia menuju 1 trilyun USD. Tokoh yang juga komisaris Unilever itu menyebut titik penting PDB perkapita Indonesia yang telah mencapai USD3000 pada 2010.
Krusialnya hal tersebut mengingat kebangkitan beberapa negara pilar ekonomi dunia seperti Korea Selatan dan China juga ditandai dengan tercapainya angka PDB perkapita tersebut. Industri langsung melesat cepat setelah kondisi USD 3000 ini tercapai. Sebagai perbandingan tahun 2009 penjualan mobil di China mencapai 13,6 juta unit (tertinggi di dunia) jauh melesat setelah level PDB USD 3000 tercapai. Sementara pada tahun 2000 hanya terjadi penjualan sebanyak 1 juta unit mobil di negara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Cirillus Harinowo, pembicara berikutnya Chatib Basri juga mengemukakan data besarnya potensi kelas menengah Indonesia ini. Ekonom Universitas Indonesia ini juga menambahkan bahwa Indonesia akan memperoleh Demographic Deviden dari munculnya mayoritas usia produktif secara maksimal lebih banyak dari usia non produktif hingga tahun 2025 mendatang. Kondisi booming usia produktif ini pula yang pernah dialami Jepang yang ketika itu dapat membawa mereka merajai Industri dan ekonomi.
Bangkitnya kelas ekonomi menengah ini juga menurut Chatib Basri membawa sejumlah pergeseran. Produk yang berhubungan dengan rekreasi, kesenangan pariwisata dan kesehatan akan meningkat. Dan sisi lainnya tuntutan akan pelayanan umum dan kualitas produk juga akan meninggi.
Meski sama optimisnya dengan Cyrillus Harinowo, namun Chatib Basri menggaris bawahi bahwa potensi ekonomi kelas menengah ini harus didukung sejumlah faktor untuk bisa dimaksimalkan. Fokus yang penting untuk diperbaiki adalah stabilitas makro ekonomi, infrastruktur, kualitas sumber daya manusia dan stabilitas politik, hal ini di amini oleh Hendra Heriyadi dengan menambahkan perencanaan energi yang matang akan memacu pertumbuhan industri manufaktur.
Sedikit mengambil sisi pandang yang berbeda, pembicara berikutnya adalah walikota Surakarta Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Joko Wi ini menceritakan kisah kesuksesan pemerintahan Surakarta merombak total infrastruktur dan branding kota tersebut. Ide dan dorongan untuk perubahan tersebut diakui oleh Joko Wi datang dari para kelas menengah. Karena menurutnya kelas inilah yang memiliki akses untuk didengar baik secara ekonomi maupun intelektualitas.
โKarena itu kelas menengah, berbicara lah!โ ujarnya berapi-api.
Pada sesi kedua hadir keynote speaker Mari Elka Pangestu yang hadir sebagai Mentri Pariwisata dan ekonomi kreatif. Beliau memaparkan potensi dan multiplier efek dari potensi ekonomi Pariwisata dan ekonomi kreatif. Perkembangan sektor ekonomi yang masuk kategori leisure ini tentunya sangat tergantung pada meningkatnya jumlah kelas menengah. Dan mengingat data yang juga sudah disampaikan pembicara sebelumnya, Menteri yang mendapat sematan dari UNESCO sebagai menteri ekonomi kreatif pertama di dunia mengatakan bahwa hingga tahun 2035 mendatang adalah saatnya ekonomi Indonesia didorong oleh ekonomi kreatif. Hal ini beralasan mengingat bangkitnya jumlah masyarakat kelas menengah yang notabene jadi penggerak ekonomi kreatif.
Dua pembicara lain Hendra Heriyadi Widjonarko (PT Mulia Industrindo Tbk) dan Frans S Sunito (PT Jasa Marga Persero Tbk) mengulas tentang peluang dan tantangan industri manufaktur dalam kebangkitan kelas menengah ini. Serta mengangkat bahasan tentang pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti yang disyaratkan Chatib Basri diawal seminar.
Sesi pun diakhiri oleh para pelaku ekonomi yang meloncat dari skema bawah ke skema kelas menengah. Di segmen ini hadir pembicara Sandiaga Uno (Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya), Afif syakur (Pengusaha Batik) dan Wahyu Saidi (Pengusaha Bakmi). Ketiga pelaku binis ini melengkapi paparan sebelumnya dengan uraian yang pragmatis.
Dengan paparan yang lengkap dari hulu ke hilir ini, beberapa peserta seminar pun nampak puas dan sangat optimis menyambut bangkitnya ekonomi kelas menengah ini. Acara berakhir pada pukul 4 sore hari.
(adv/adv)











































