Program Tanggulangi Banjir di Jakarta

Program Tanggulangi Banjir di Jakarta

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2011 01:00 WIB
Jakarta - BANJIR masih jadi kegelisahaan bagi warga Jakarta. Apalagi banjir lima tahunan yang diperkirakan jatuh tahun 2012 nanti. Meski jadi kegelisahan warga DKI jakarta, imbauan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terasa tepat. Warga jangan panik, begitu Foke minta pada warganya.

Panik tidak menyelesaikan masalah. Apalagi hanya berkeluh kesah, Sebab Pemprov DKI tidak tinggal diam terhadap penderitaan warga. Ini mengingat berbagai penanganan dan antisipasi terhadap kemungkinan banjir telah dilakukan.

Segenap jajaran Pemprov DKI diperintahkan agar siaga banjir. Dan yang dilakukan tidak hanya untuk mencegah atau meminimalisir banjir. Namun utamanya Bagaimana warga dapat menghadapi banjir dan pasca banjir sudah dilakukan antisipasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya, sudah disiapkan tenda, perahu, dapur umum dengan segala kebutuhan, mesin pompa baik yang statis maupun yang mobile termasuk obat-obatan. bahkan Pemprov DKI sudah membuat kebijakan yang menyejukkan, setiap korban banjir yang sakit akan mendapat pelayanan gratis di empat rumah sakit yaitu RS Fatmawati, RS Marinir Cilandak, RSUD Pasar Rebo dan RS Pertamina.

Tidak hanya itu saja, sistem peringatan dini di pintu-pintu air masih berfungsi dengan baik untuk memberi informasi bila banjir akan melanda. Warga tidak perlu khawatir terjadi bencana banjir besar. Karena kita sudah punya sistem peringatan dini yang bekerja dengan baik. Kalau memang terjadi kenaikan air di pintu air, kita akan memberitahukan warga agar mengungsi, kata Fauzi Bowo.

Untuk menanggulangi banjir di Jakarta, Pemprov sudah membuat program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) . Melalui proyek JEDI, Pemprov DKI akan mengeruk, merehabilitasi dinding sungai dengan turap, dan pengadaan pompa di 13 sungai serta membangun lima waduk termasuk membangun tanggul raksasa di pantai utara Jakarta.Studi kelayakan dan Masterplan JEDI sudah kita siapkan," kata Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Pemprov DKI, Ahmad Harjadi, belum lama ini.

Di Jakarta seperti diketahui ada 13 sungai besar. Di mana delapan sungai menjadi tanggung jawab pemerintah pusat yaitu Kali Kamal, Kali Tanjungan, Kali Angke, Kali Cideng, Cengkareng Drain, Banjir Kanal Barat, Kali Sunter, Cakung Drain.

Sedangkan Pemprov DKI bertanggung jawab terhadap 5 sungai yaitu Kali Krukut-Kali Cideng-Tanah Sereal, Kali Jelakeng-Kali Pakin-Kali Besar, Kali Ciliwung Gunung Sahari, Sodetan Sentiong Sunter, Kali Grogol Sekretaris,

Waduk yang jadi tanggungjawab DKI adalah Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Sunter Utara, Waduk Sunter Selatan, Waduk Sunter Timur III.

Proyek ini mampu mengurangi kawasan banjir sebesar 40% ataur dari 2,6 juta orang korban banjir tahun tahun 2007 menjadi hanya 1,6 juta pada tahun 2010 , tambahnya.

Harjadi menjelaskan langkah pengerukan dan peninggian diding sungai tersebut juga akan di ikuti oleh pengembangan pengamanan trace di daerah hilir yang meliputi 5 aliran sungai.

Memang genangan air pasca hujan masih belum sepenuhnya tuntas. Ini akibat masih banyaknya pengerjaan saluran yang hingga kini belum rampung dan masih dalam perbaikan seperti di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sisi timur (Senopati-Polda), sisi barat (Ratu Plaza), sisi timur (Atmajaya), Underpass Semanggi, Jalan Bendungan Hilir, Jalan Letjend Suprapto (Wisma Askes), Jalan Letjend Suprapto (Miss Cicih), Jalan Pangeran Jayakarta (pompa bensin) dan jalan Karet Pasar Baru Timur (terowongan Dukuh Atas).

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki, pengerjaan saluran tersebut masuk dalam penyelesaian genangan jalan arteri dan kolektor tahun 2010-2011. Ditargetkan 15 Desember seluruh pengerjaan saluran ini telah rampung, ujar Tarjuki.

Menurut Tarjuki dari pemetaan yang dilakukan pihaknya, terdapat 123 lokasi genangan di sepanjang jalan ibukota 39 lokasi diantaranya telah selesai dilakukan pada 2010 dan dan sisanya 84 lokasi dikerjakaan tahun ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp130 miliar yang terbagi dalam tiga paket.

Melihat keseriusan Pemprov DKI menangani banjir, memang patut disyukuri. Meski demikian banjir di Jakarta bukan hanya masalah Jakarta. Pemerintah pusat harus ikut berperan besar terutama menjaga sungai yang jadi tanggungjawabnya. Selain itu daerah penyangga seperti Bodetabek juga harus berpartisipasi menjaga daerah resapan air. Tidak hanya itu saja, mengingat 13 sungai di Jakarta, hulunya ada di daerah penyangga, maka harus dijaga kebersihannya dengan tidak membuang sampah.

Memang banjir adalah masalah sulit di Jakarta selain kemacetan arus lalulintas. Begitu sulitnya masalah ini, diyakini beberapa tahun ke depan siapapun gubernurnya, ini akan menjadi pekerjaan rumah yang berat dan menjadi tantangan.
(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads