Rosidan seorang PNS mengaku senang sekali mendapat secangkir kopi panas dari tim Secangkir Semangat,karena kebetulan hari ini dia kesiangan hingga melewatkan sajian kopi di rumahnya. Ketika diajak berbincang, dia pun menyatakan dukungannya pada program donasi buku lewat situs www.secangkirsemangat.com dan jejaring sosial twitter @ScangkirSmangat. Di akhir perbincangan Rosidan juga menyebutkan bahwa kopi Kapal Api Special tetap menjadi pilihan favoritnya.
Berkaitan dengan program di twitter dengan me-mention dan follow akun @ScangkirSmangat dengan disertakan pesan semangatnya, Isdianto pekerja swasta di daerah Kiaracondong mengatakan Kalau cuma ngetweet tapi otomatis bisa nyumbang buku mah, tentu saya akan rajin ngetweet terus, nah kalau pagi sarapannya cukup Kapal Api Kopi Susu saja, soalnya itu juga sudah cukup bikin badan seger buat kerja kalau menurut saya mah, kopi Kapal Api dengan berbagai varian rasanya pastinya bisa memenuhi selera masyarakat kota Bandung agar lebih semangat di pagi hari" ujar Isdianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapal Api cukup kreatif. Kegiatan peduli bangsa khususnya dunia pendidikan ini pantas ditiru yang lain. Semoga warga kota tergugah hatinya untuk ikut bersama menyumbangkan buku demi masa depan anak-anak yang sudah seharusnya menjadi tanggungjawab kita bersama," terang Aris Wahyudi, warga Sidoarjo yang bekerja di kawasan Kali Anak Surabaya.
Bapak dua anak ini mengaku sempat kaget melihat mug raksasa yang dipasang di sekitar perempatan Jalan Bonbin. "Saya kira hanya sekedar promosi, tetapi saya salut dengan adanya perusahaan yang sangat peduli nasib pendidikan anak-anak," tambahnya.
Roni W, karyawan swasta sebuah perusahaan di kawasan Menur Surabaya.warga yang kebetulan melintas di Gubeng mengaku bangga dengan gerakan secangkir kopi tersebut. "Siapa lagi yang peduli kalau nggak kita semua. Ayo kita ramai-ramai sumbangkan buku untuk anak-anak. Bisa melalui gerakan ini maupun secara langsung ke mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan positif ini terus dilakukan hingga tahun-tahun berikutnya," ujar dia menutup pembicaraan pagi tadi.
Saya kira hanya ada di pagi hari saja, tetapi ternyata ada juga di sore hari. Bisa membuat kita tetap semangat di sore hari ini. Tujuan campaignnya juga ternyata sangat mulia, untuk memajukan pendidikan di Indonesia, ujar Broncon, karyawan yang sedang melintas di jalan Mayjen Sugkono Surabaya.
(adv/adv)











































