"Pada krisis ekonomi saat ini, stimulus itu ibarat belum hujan tetapi sudah membentangkan payung. Meski demikian, kami sudah memiliki payung (kebijakan sejenis stimulus). Namun, payungnya sudah dipegang menkeu," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (17/10/2011) usai menghadiri Rapat Koordinasi Penyelesaian Rancangan Undang-undang APBN 2012.
Menurut Hatta, penguatan benteng pertahanan ekonomi terhadap krisis global tetap dilakukan meskipun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menata kabinet. Itu dimungkinkan karena pemerintah sudah memiliki protokol manajemen krisis yang sangat baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun modal perekonomian Indonesia sangat baik, namun Hatta meminta semua pihak tetap waspada pada dampak pemburukan ekonomi global terhadap Indonesia. Sebab, secara fundamental, perekonomian Indonesia jauh lebih baik, namun yang penting jangan menganggap enteng.
"Jangan anggap enteng karena bagaimana pun juga kami tetap mewaspadai, terutama kalau terjadi pelemahan permintaan di Eropa dan Amerika Serikat, dan India akan kena, berikutnya adalah kita (Indonesia). Itulah yang penting kita menjaga, yakni market domestik kita," tuturnya.
Penguatan pasar domestik dilakukan dengan memperluas pasar dan menjaga agar daya beli tetap kuat, yakni menahan laju inflasi. Dana APBN dialirkan dengan aliran deras ke masyarakat yang rentan tertekan daya belinya.
"Jangan sampai ada sumbatan dan efisiensi. Jangan lagi ada macam-macam pungutan di daerah. Industri kita tetap jalan, stimulus yang langsung mendorong daya beli masyarakat bawah sangat diperlukan agar daya belinya tertopang," ungkapnya.
(adv/adv)











































