Namun, apa jadinya jika Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj juga menegaskan bahwa sosok Menteri Koordinator Perekonomian ini merupakan menteri yang luar biasa? Maka pendapat Daniel yang diamini Said menggumpal menjadi sebuah konsep, yakni konsensus, sebuah kata yang kerap dijadikan rujukan pada pendapat sebagian besar orang dalam satu populasi.
Said memang menyebut Hatta sebagai menteri yang luar biasa hari ini dalam Rapat Pimpinan Pusat Muslimat NU, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (10/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus terang ya, Pak Hatta itu luar biasa. Sebagai menteri, (Hatta) sama sekali tidak pernah terlihat mementingkan PAN," ujarnya tulus.
Dengan kemampuannya membagi kepentingan (antara urusan negara dengan partai), maka sebenarnya, menteri-menteri yang memiliki jabatan di partai politik tidak perlu meletakkan jabatannya (di partai tersebut). Yang terpenting bagi menteri tersebut adalah bagaimana menteri ini menjalankan fungsi dan tugasnya.
"Sebenarnya tidak perlu meletakan jabatan parpol. Kalau dia bisa membagi (waktu) tidak masalah," tuturnya.
Terkait reshuffle sendiri, Said menilai hal itu hak Presiden. "Pokoknya kami berharap menteri-menteri itu bekerja baik. Kalau ingin menjadi menteri, ya jadi pembantunya," tegas Said.
Sikap Hatta
Dalam berbagai kesempatan, Hatta juga pernah mengungkapkan buah pikirannya terkait reshuffle ini, antara lain ketika hadir dalam Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) II Pengurus Pusat Persatuan Islam di Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/10/2011). Saat itu, Hatta mengakui sudah diajak bicara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai reshuffle kabinet.
Namun, pemanggilan itu tidak menempatkan dirinya dalam posisi dan kapasitas sebagai Ketua Umum PAN, melainkan sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. "Namun, mengenai apa yang dibicarakan, tidak mungkin saya sampaikan di sini. Itu namanya melampaui kewenangan presiden. Saya tidak memiliki kapasitas dalam hal itu," ucapnya.
Ketika ditanya kesiapan PAN menghadapi reshuffle, Hatta dengan tegas menuturkan, partainya tidak mau ikut campur, karena itu hak istimewa presiden. Apa pun keputusan Presiden Yudhoyono, PAN akan menerima dan mendukungnya.
(adv/adv)











































