Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mencontohkan, Indonesia telah berhasil menyelamatkan perekonomian dari krisis 2008 karena kebersamaan dalam menjaga kondisi perekonomian Indonesia.
"Memang Indonesia sudah mulai merasakan dampak dari krisis ekonomi global saat ini. Seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi 8,9% beberapa waktu lalu, juga diikuti nilai kurs rupiah yang menyentuh Rp 8890," ujar Hatta ketika membuka Rakerkonas Apindo di Medan, Senin 26/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi menyambut baik ajakan Hatta untuk bersatu padu menghadapi krisis. Menurutnya, kondisi perekonomian global saat ini, terutama krisis yang dialami beberapa negara di Eropa, kemungkinan bisa lebih buruk dari krisis 2008.
"Kami selaku pengusaha, merasa khawatir dengan krisis global kali ini akan lebih buruk dari 2008. Harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan para pengusaha guna mempersiapkan perekonomian Indonesia yang kuat dalam kondisi global yang lebih buruk lagi," ujarnya.
Sofjan menjelaskan dampak-dampak yang ditimbulkan oleh ketidakpastian perekonomian global sudah dirasakan banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Seperti penurunan harga saham baru-baru ini. Menurutnya, dengan kondisi global tersebut penjualan dan harga komoditas akan mengalami beberapa kendala ke depan.
" Tahun ini kontrak beberapa komoditas kita seperti kelapa sawit dan batu bara sangat baik. Tapi kita belum tahu keadaannya apakah akan sama di tahun depan," ujarnya.
Maka dari itu, Sofjan mengusulkan agar pemerintah dan para pengusaha di Indonesia bisa duduk bersama membicarakan memburuknya perekonomian Eropa saat ini. Dengan hal tersebut, Sofjan mengaharapkan munculnya terobosan-terobosan baru guna menghadapi dan mengantisipasi keadaan perekonomian paling buruk yang akan terjadi di beberapa tahun ke depan.
(adv/adv)











































