Hatta : Indonesia Terus Waspadai Krisis Global

Hatta : Indonesia Terus Waspadai Krisis Global

- detikNews
Minggu, 18 Sep 2011 23:36 WIB
Hatta : Indonesia Terus Waspadai Krisis Global
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa kembali menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat sehingga tidak akan terpuruk akibat resesi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa. Pelemahan nilai tukar rupiah yang sangat tajam terhadap dolar AS pada Rabu (14/9) kemarin tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Nilai tukar rupiah anjlok dan hampir menyentuh angka Rp 8.900 per dolar AS.

"Pelemahan nilai tukar rupiah hanya sesaat karena tidak berkaitan dengan fundamental ekonomi. Ini terjadi karena aksi ambil untung di pasar modal oleh para pemain luar negeri. Dan yang dilepas saham perbankan," kata Hatta sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Senayan beberapa waktu yang lalu.

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, aksi ambil untung seperti itu sudah biasa. Perbankan nasional yang sahamnya dilepas sudah terbiasa dengan hal tersebut. "Saham yang dilepaskan itu saham perbankan, jadi kita harus sudah terbiasa. Anda tahulah kemana arahnya. Profit taking itu biasa," imbuh Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian pemerintah tidak boleh menganggap enteng. Kebijakan menahan krisis harus dipersiapkan. Di antaranya dengan memperkuat sisi ekspor sebagai antisipasi krisis Amerika dan Eropa. Selain itu, daya beli masyarakat harus dijaga agar konsumsi cukup. Inflasi harus dikendalikan, produk dalam negeri mesti sanggup merebut pasar domestik. "Perdagangan dalam negeri harus kita benahi. Supaya efesien, infrastruktur maupun transportasinya harus dibenahi, tidak boleh ada korupsi dan pungutan liar," ujarnya.

Hatta melanjutkan, resesi AS dan Eropa tidak akan berimbas signifikan ke Indonesia. Tapi kalau China terpukul, maka gelombang berikutnya akan bisa mengganggu ekspor Indonesia. Karena itu, Indonesia harus memperkuat diversifikasi ekspor. Saat ini upaya itu sudah dilakukan. Perdagangan ekspor-impor di antara negara Asia semakin kuat.

"Indonesia juga terus meningkatkan nilai perdagangannya dengan negara-negara di Asia. Misalnya dengan Thailand sudah mencapai US$ 14 miliar per tahun. Perdagangan dengan Vietnam ditargetkan meningkat menjadi US$ 5 miliar pada 2015," jelas Hatta.


(adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads