Kesabaran Berdemokrasi

Kesabaran Berdemokrasi

- detikNews
Senin, 12 Sep 2011 00:00 WIB
Kesabaran Berdemokrasi
Jakarta - Tak ada di dunia ini yang tidak memerlukan kesabaran. Demikian pula berdemokrasi. Tiga belas tahun sudah Indonesia menggulirkan reformasi politik. Waktu yang terbilang singkat jika kita tengok sejarah perjuangan bangsa bangsa lain mengokohkan tradisi demokrasinya. Penting bagi kita untuk menakar prestasi kita dalam berdemokrasi secara proporsional, dengan segala capaian dan kekurangannya.

Betul, bahwa banyak indikator yang menunjukan bahwa demokrasi kita masih lemah. Masih banyak aktor politik dengan kultur siap menang tapi tak siap kalah. Masih banyak aktivis politik yang gemar akan pragmatisme dan transaksional.Namun kita tak boleh lupa, bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi, dan terbukanya kaderisasi kepemimpinan bangsa untuk semua elemen bangsa, adalah juga indikator kemajuan demokrasi.

Saat ini masih ada kalangan yang tidak sabar akan suatu proses demokratisasi. Kalangan yang selalu mengatasnamakan rakyat, namun prilakunya jauh sekali dari logika logika demokrasi. Kalangan yang tidak cukup memiliki stok kesabaran untuk terus menyempurnakan pelembagaan politik. Kalangan yang kerapkali tak sadar bahwa sebagai tokoh2 masyarakat, seluruh tindak tanduk dan prilakunya hari ini, akan dilihat dan mungkin sekali dicontoh oleh rakyat. Kalangan yang seringkali juga lupa bahwa seluruh prilaku pemimpin hari ini, adalah investasi dan contoh bagi generasi masa depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsisten dan komitmen pada demokrasi itu penting. Tak kalah penting adalah kesabaran dalam berdemokrasi.Demokrasi tidak boleh kita pahami sebagai semata alat untuk mencapai tujuan. Karena jika alat itu dirasakan banyak kelemahan, maka kita akan memiliki kecendrungan untuk segera mencari alat yang lain. Demokrasi adalah nilai, yang melekat kepada kehidupan kita. Prinsip-prinsip kesetaraan dan kedaulatan rakyat adalah nilai yang memerlukan kesabaran untuk terus diperjuangkan.


(adv/adv)


Berita Terkait