Berbeda dari tahun lalu IIFC kali ini bekerjasama dengan media online berita terkemuka, detikcom menggelar kontes kecantikan berbasis online “Muslimah Beauty 2011”. Hal ini merupakan strategi promosi keindahan dunia muslim Indonesia dan gaya hidupnya melalui media yang dapat mencakup lintas batas, lintas sosial dan lintas negara.
Sudah bukan rahasia umum, media online menjadi salah satu sarana yang mampu mengangkat citra bahkan ketenaran seseorang. Masih ingat Justin Bieber, Briptu Norman, bahkan pasangan penyanyi lipsync Sinta dan Jojo? Oleh karena itu, IIFC ingin demam fesyen muslim Indonesia juga menjadi trending topic di dunia maya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontes kecantikan Muslimah Beauty 2011 direncanakan setara dengan kualitas Miss Universe dengan melibatkan teknik penilaian bukan sekadar wajah berjilbab yang cantik dan jelita, namun juga penilaian kecerdasan di bidang spiritualitas, emosional dan intelektual. Hal ini diberlakukan dalam persyaratan bagi muslimah usia 18-24 tahun, tinggi minimum 165 cm, menguasai bahasa asing, mampu membaca Al Quran. Pemenang Muslimah Beauty akan dinobatkan menjadi Duta Fesyen Muslim Indonesia dan berhak atas hadiah paket perjalanan umroh dan hadiah menarik lainnya.
Direktur IIFC, Eka Shanty menyatakan, “Diperlukan kreatifitas dalam sasaran promosi Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia yang lebih efektif dan efisien. Penajaman konsep strategi komunikasi ini diambil dari hasil survey IIFF 2010 lalu, di mana “IIFFever” (Demam IIFF) berhasil meningkatkan jumlah online entrepreneur di bidang busana muslim, meningkatkan jumlah pameran busana muslim, menambah jumlah muslimah berjilbab baru, terbentuknya komunitas muslimah dari berbagai profesi hingga menjamurnya mal-mal yang menggarap secara serius potensi perdagangan fesyen muslim. Dengan demikian eksistensi para perancang busana muslim di panggung-panggung peragaan fesyen islami dalam dan luar negeri juga semakin diakui.
Menanggapi respon positif dari berbagai kalangan tersebut IIFC mengandeng Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk mencanangkan Indonesia sebagai destinasi wisata belanja busana muslim tingkat dunia.”
Direktur Jendral Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, Dr. Sapta Nirwandar menjelaskan, “Kegiatan IIFF berpotensi meningkatkan tingkat kunjungan wisata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kemampuan dan daya saing bagi para pengrajin, penenun, penyulam, pembatik dan perancang fesyen muslim. Selain itu busana muslim Indonesiapun berpeluang menjadi “Brand Ambassador” produk wisata Indonesia di bidang kriya tekstil selain batik dan tenun.”
IIFF 2011 akan menggelar karya rancangan desainer terkenal Indonesia antara lain Stefanus Hammy, Hengky Kawlarang, Irna Mutiara, Jeany Ang, Merry Pramono, Dian Pelangi, Malik Moestaram, Defrico Audy dan Boyonz Illyas. IIFC juga bekerjasama dengan Majalah NooR dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan IIFF, salah satunya ajang tahunan LRBM (Lomba Rancang Busana Muslim). Disinilah akan melahirkan para perancang muda berbakat yang ke depannya mampu turut bersaing dalam industry fesyen muslim di Indonesia.
(adv/adv)











































