BSM UMKM dan Education Award

BSM UMKM dan Education Award

- detikNews
Selasa, 28 Des 2010 00:03 WIB
Jakarta - Ruang Cendrawasih di Jakarta Convention Center mendadak hening ketika Ibu Een Sukaesih didorong menggunakan kereta ke dekat panggung untuk menerima penghargaan. Helmi Yahya dan Asti Ananta yang pada malam itu didapuk sebagai MC juga tertegun meski mereka akhirnya bisa mencairkan suasana dengan dialog-dialognya.

Een Sukaesih, perempuan asal Cirebon Jawa Barat, adalah peraih penghargaan Bank Syariah Mandiri (BSM) Education Award. Een adalah perempuan yang menderita penyakit rheumatoid arthritis.

Penyakit tersebut telah membuat tubuhnya tak lagi bisa tegak. Jangankan berdiri, duduk pun dia tak mampu. Tapi, ketakberdayaan fisik, tak membuatnya menyerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan suaranya dia masih bisa berbakti. Sambil berba-ring, selama hampir 20 tahun, dia memberikan pengajaran kepada anak didiknya di Cirebon, Jawa Barat. Muridnya berasal dari dua RW di sekitar tempat tinggalnya.

Een Sukaesih terpilih sebagai pemenang pertama BSM Education Award. Bersama Een, ada Bapak Mukiman, seorang guru dari daerah terpencil di Aceh Utara yang bertahun-tahun mengajar meski daerahnya dibayangi konflik GAM. Bapak Mukiman memperoleh juara kedua. Sementara juara ketiga diraih oleh Bapak Nurrokhim, perintis pendidikan Masjid Terminal (Master) dari Depok. Mereka adalah tenaga pendidik yang menyebarkan ilmunya tanpa pamrih di dalam kondisi yang sulit sekalipun. Bakti mereka adalah untuk kemajuan pendidikan di negeri ini.

BSM Education Award diselenggarakan bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa. Education Award diserahkan bersamaan dengan puncak penyelenggaraan BSM UMKM Awards 2010, penghargaan kepada nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BSM. Acara digelar di Jakarta Convention Center pada Kamis, 23 Desember 2010.

Jajaran Direksi dan Komisaris serta nasabah priority hadir pada acara ini. Demikian juga peserta BSM UMKM Awards.

Finalis BSM UMKM Awards telah melewati berbagai penilaian, mulai dari evaluasi hingga penjurian di Jakarta pada 21-23 Desember oleh tim yang terdiri atas: Bpk. Syakir Sula (Masyarakat Ekonomi Syariah/MES), Ibu Nining I.Soesilo (UMKM Center FEUI), Bpk. M Akmal (Kadin),Β  Bpk. Pariaman Sinaga (Deputi Kementerian Koperasi dan UKM), dan Bpk. Iman Hendargo (Deputi Kementerian Lingkungan Hidup) .

Penyelenggaraan BSM UMKM Awards dan Education Award ini dilakukan bersamaan dengan Milad BSM ke-11. BSM menyelenggarakan event ini dalam rangka mewujudkan misi perusahaan yang kedua yakni mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM.Β  Selain itu,Β  penghargaan kepada UMKM ini juga merupakan bagian dari tujuan perusahaan dalam rangka ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Bpk. Yuslam Fauzi mengatakan filosofi dasar dari penyelenggaraan BSM UMKM Awards dan Education Award adalah kondisi riil bangsa Indonesia. "Ekonomi dan pendidikan merupakan dua kunci yang amat mempengaruhi tingkat kesejahteraan suatuΒ  negeri," kata Pak Yuslam di hadapan media. Bpk Yuslam Fauzi mengatakan UNDP, salah satu lembagaΒ  PBB, memasukkan ekonomi (indeks GDP) dan pendidikan (indeks gross enrollment dan literacy) sebagai dua komponen utama menghitung Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/ HDI). Satu lagi adalah faktor kesehatan dengan indikator Life Expectancy Index.

Data HDI pada 2009 menunjukkan Indonesia berada di urutan ke-111 dari 182 negara di dunia. Jika dirata-ratakan maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan bangsa Indonesia berada di bawah rata-rata. JikaΒ  dikaji lebih detail, penyebab rendahnya indeks HDI Indonesia adalah rendahnya indeks GDP ( peringkat ke-121) dan Gross Enrollment ( peringkat 111).

Merujuk data tersebut, salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia yang tercermin padaΒ Β  indeks HDI adalah dengan meningkatkan perekonomian dan pendidikan. Khusus untuk ekonomi, maka fokus peningkatan perekonomian harus diarahkan kepada pelaku bisnis di mana pelakunya merupakan mayoritas yakni industri UMKM. Jika UMKM membaik, maka membaik pula ekonomi negeri.

Jika ekonomi membaik, maka pendidikan pun akan meningkat. Oleh karena itu, BSM pun berkomitmen memajukan pendidikan. Salah satunya adalah dengan menggelar Education Award.

Dengan upaya tersebut, BSM ingin menunjukkan bahwa bank syariah tidak hanya fokus pada halal dan haram saja tapi juga berpartisipasi untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Karena tujuan syariah adalah kesejahteraan umat.

BSM berharap, melalui upaya-upaya tersebut, semoga dapat terus mewujudkan BSM menjadi bank kebanggaan bangsa Indonesia. Better Legacy for Better Indonesia (adv/adv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads